Israel ternyata pernah ketahuan membuat operasi intelijen untuk mengadu domba Amerika Serikat (AS) dan Mesir agar saling berperang. Bahkan, terbongkarnya kasus ini membuat Menteri Pertahanan Israel, Pinhas Lavon, mengundurkan diri karena terbukti menjadi dalang operasi intelijen yang sangat licik. Ceritanya bermula pada 1954. Kala itu di Mesir terjadi serangkaian ledakan yang mengguncang kota Alexandria dan Kairo. Target serangan meliputi kantor pos, stasiun kereta, terminal, bioskop, bahkan fasilitas milik AS seperti konsulat dan bangunan strategis lainnya. Meski tak menelan korban jiwa, serangan ini memicu kekacauan politik dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah Mesir yang dipimpin Gamal Abdel Nasser, khususnya dari Washington. Setelah beberapa hari, pihak berwenang berhasil menangkap Philip Nathanson, seorang pelaku yang kemudian terbukti sebagai agen intelijen Israel. Penyidikan lebih lanjut mengungkap jaringan yang lebih luas, yakni t...
Berita Terbaru Indonesia