Beberapa waktu yang lalu, media sosial dipenuhi dengan berbagai keluhan masyarakat atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Balikpapan, yang disebut sebagai kota minyak.
Masyarakat Balikpapan harus mengantri masuk dalam antrian panjang yang memakan hampir setengah dari jalan raya. Dalam beberapa unggahan, masyarakat juga menunjukkan bagaimana kondisi area SPBU yang sudah dipadati dengan puluhan lebih kendaraan kendaraan roda dua.
Bahkan, beberapa masyarakat yang mengantri untuk mengisi bahan bakar sempat terlibat adu cekcok karena mereka sudah lelah menunggu dalam antrian yang tak kunjung usai tersebut.
Kelangkaan BBM ternyata juga terjadi di Provinsi Bengkulu, Sumatera. Masyarakat di Bengkulu terpaksa harus masuk dalam antrian panjang demi bisa mengisi bahan bakar kendaraan mereka.
Ketua Umum DPP Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven menyampaikan bahwa kelangkaan BBM terjadi hampir diseluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Hal itu terjadi karena adanya pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.
Karena pendangkalan yang telah berjalan hampir dua bulan tersebut, pendistribusian pasokan BBM Pertamina melalui jalur laut harus terhenti untuk sementara waktu.
Untuk saat ini, BBM di distribusikan ke Bengkulu dari Provinsi tetangga dengan menggunakan jalur darat. Namun, hal tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan BBM di Bengkulu karena terbatasnya pasokan BBM yang bisa dikirimkan serta tingginya biaya operasional.
Percepatan pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu menjadi satu-satunya penyelesaian masalah kelangkaan BBM di Bengkulu.
"Kami berharap Pelabuhan Pulau Baai segera kembali normal, sehingga BBM untuk provinsi Bengkulu bisa kembali di suplai dari depot BBM Pulau Baai," ujar Steven.
Dari informasi terbaru yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Seluma, Febrinanda Putra Pratama, harga BBM eceran tembus Rp30.000 per liter.
Febrinanda menyebut, ia telah menerima banyak laporan masuk dari masyarakat yang mengeluhkan tingginya harga BBM eceran imbas dari kelangkaan bahan bakar yang terjadi hingga akhirnya menjadi penghambat aktivitas masyarakat disana.
Dalam sebuah video amatir yang direkam oleh salah seorang pengendara mobil di Kabupaten Seluma, ia berhenti dipinggir jalan berniat untuk membeli bahan bakar minyak jenis Pertalite.
Saat penjual menyebutkan harga untuk satu liter BBM jenis Pertalite, pengendara mobil tersebut mengurungkan niatnya untuk membeli. BBM eceran jenis Pertalite tersebut dibandrol Rp 80 ribu per liter.
Video yang dibagikan di media sosial tersebut seketika dibanjiri dengan komentar warganet dari Bengkulu yang turut merasakan dampak dari kelangkaan BBM. Beberapa akun meninggalkan komentar yang berisikan harga BBM yang ada di wilayah mereka.
Ada yang menyebut Rp 20 ribu, Rp 47 ribu, hingga Rp 50 ribu per liternya. Warganet juga dibuat terkejut dengan tingginya harga yang dipatok oleh penjual. Jika perliternya dihargai Rp 80 ribu, maka untuk setiap 5 liter yang dibeli, penjual meraup untung sebanyak Rp 400 ribu.(radarkediri.jawapos.com)