Skip to main content

BERITA TRENDING

Dilaporkan oleh Deolipa Yumara, Ronny Talapessy: Bharada E Orang Kecil

Soal Kericuhan di Babarsari Yogyakarta, Mahasiswa Papua Ungkap Hal Tegas Ini

Kabar terbaru terkait keributan antarkelompok yang terjadi di Babarsari, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (1/7) dini hari berbuntut panjang.

Dikabarkan bahwa Sekretaris Jendral Ipma Papua Irto Momoribo menjelaskan salah seorang mahasiswa asal Papua menjadi korban dalam kericuhan antarkelompok yang sempat terjadi di Babarsari.

Korban bernama Dibrilian Jornes Tawarisi Rumbewas, mahasiswa semester akhir di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.

Menurut Irto, korban yang tidak tahu apa-apa tentang bentrok antarkelompok itu menjadi korban kekerasan hingga lengannya putus.

"Kondisisnya sangat parah. Cacat permanen. Tidak bisa berfungsi lagi," kata Irto kepada JPNN Jogja, Senin (4/7).

Irto mengatakan bahwa Dibrilian menjadi korban salah sasaran dari dua kelompok yang saling bertikai.

Kejadian bermula saat ada keributan antarkelompok di sebuah tempat hiburan malam di Babarsari.

Keributan itu berlanjut ke daerah Jambusari, tempat di mana salah satu kelompok menyerang kelompok lainnya.

Dibrilian yang sedang berada di indekos, tidak jauh dari lokasi bentrokan, menjadi korban salah sasaran.

"Saudara kami sedang berada di indekos, mereka sweeping. Dia tidak tahu apa-apa, tetapi jadi korban hingga lengannya putus dan cacat permanen," ujar Irto.

Dia memastikan mahasiswa Papua tidak terlibat dalam keributan yang terjadi di Babarsari.

"Kami tidak peduli dengan pertikaian mereka. Kami tidak ada hubungannya dengan itu. Kami hanya menuntut keadilan karena ada kawan kami yang jadi korban," tegas Irto.

Oleh karena itu, mahasiswa Papua di Jogja mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku kekerasan antarkelompok tersebut.

"Prinsip kami, cari oknum tersebut. Tangkap dan harus diproses secara hukum," imbuh dia.

Irto mengatakan bahwa Dibrilian adalah mahasiswa semester akhir di ITNY yang baru saja menyelesaikan yudisium dan akan diwisuda.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto meminta semua pihak untuk menahan diri karena polisi sedang bekerja menangkap pelaku.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku yang di TKP Jambusari bisa segera diamankan," tegasnya.

Ia menambahkan pihak kepolisian telah mendapatkan gambaran terduga pelaku. (duniaoberita-Sumber : JPNN)