Skip to main content

BERITA TRENDING

Anwar Abbas Kritisi Izin Pengumpulan Uang ACT Dicabut, Ada Apa?

Netizen Pendukung UAS Ngamuk, Ada Apa ?

Kabar terbaru terkait adanya dejumlah akun media sosial pejabat dan lembaga pemerintah Singapura mendapat serangan spam dari pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk ke Singapura pada Senin (16/5), kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura pada Selasa (17/5).

Dikabarkan bahwa berdasarkan Channel News Asia (CNA) melaporkan, Rabu (18/5), Abdul Somad Batubara tiba di Terminal Feri Tanah Merah dan dipulangkan kembali dengan kapal feri ke Batam pada hari yang sama.

Menjawab pertanyaan media, juru bicara Kementerian Kominfo Singapura mengatakan, ada seruan serangan siber terhadap akun-akun media sosial milik pemerintah Singapura di grup percakapan masyarakat Indonesia.

CNA mengetahui bahwa akun Instagram Presiden Singapura Halimah Yakob, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Menteri Senior Teo Chee Hean, dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishan termasuk yang terkena serangan tersebut, juga akun Twitter PM Lee.

Akun-akun Instagram Badan Pariwisata Singapura dan Otoritas Pos Pemeriksaan dan Imigrasi juga terkena spam.

"Dua website perusahaan manajemen iven dirusak. Website tersebut sedang dalam perbaikan dan SingCERT akan berdiskusi dengan perusahaan untuk memberikan bantuan," kata jubir.

"Organisasi-organisasi disarankan untuk mengambil langkah aktif untuk memperkuat keamanan siber mereka, memperketat kewaspadaan, dan memperkuat pertahanan online mereka untuk melindungi organisasi mereka dari serangan siber, seperti perusakan web," kata jubir.

Organisasi lokal yang terkena serangan siber atau memiliki bukti mencurigakan pada jaringan mereka mesti melapor ke SingCERT, kata Kementerian. Laporan dapat dilakukan secara online.

Enam orang yang pergi bersama UAS juga tidak diizinkan masuk ke Singapura, kata Kementerian Dalam Negeri, Selasa malam.

Kemendagri Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa UAS diketahui memberikan ajaran ekstremis dan perpecahan yang tidak dapat diterima di masyarakat Singapura yang multiras dan multiagama.

"Sementara Somad (UAS, red.), mencoba masuk Singapura dengan berpura-pura melakukan kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memandang serius terhadap siapa pun yang membenarkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasionis," demikian pernyataan Kemendagri Singapura. (duniaoberita/koranjakarta)