Skip to main content

BERITA TRENDING

Heboh! Digugat Cerai Nathalie Holscher, Sule Berikan Jawaban Begini

Fahri Hamzah Ditantang Debat Terbuka Oleh Sosok Ini

Kabar terbaru terkait politisi Partai Gelora Fahri Hamzah mendapat tantangan debat terbuka usai memberikan pembelaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk Singapura.

Dikabarkan bahwa tantangan debat ini muncul dari Sekjen DPN Pergerakan Indonesia, Abi Rekso melalui akun Twitter pribadinya @abirekso. Dia menganggap kalau Fahri dalam pandangannya soal kasus UAS sudah menjadi bentuk provokasi.

Jangan jadi provokator lah Bang @Fahrihamzah , kita buat diskusi terbuka soal ini abang saya undang bagaimana? Via zoom?” kata Abi Rekso, dilihat (18/5/2022).

Abi Rekso mengaku ingin diskusi secara terbuka dengan Fahri untuk meluruskan perbedaan pendapat keduanya dalam kasus ini.

Saya menghargai pendapat Bang @Fahrihamzah soal UAS. Tapi akan lebih asik dan menarik kalau kita buka diskusi terbuka via zoom. Saya Vs FH, bagaimana menurut kalian?” katanya.

Abi dalam cuitannya menganggap, pemulangan UAS oleh imigrasi Singapura adalah hal biasa. Indonesia sendiri disebut tidak ada keharusan untuk meminta klarifikasi diplomatik ke pemerintah Singapore.

Perjalanan Somad ke Singapore adalah pleserian biasa, bukan dalam rangka kenegaraan, kemanusiaan apalagi even keolahragaan. Jadi, lagi-lagi tidak ada kewajiban negara untuk mengirimkan ‘nota diplomatik’. Saya semakin heran semakin banyak orang asbun soal Diplomasi.” ujarnya.

Jangan jadi provokator lah Bang @Fahrihamzah , kita buat diskusi terbuka soal ini abang saya undang bagaimana? Via zoom? https://t.co/6bco64nnYS

— #RakyatAkalSehat (@abirekso) May 18, 2022

Sebelumnya, Fahri Hamzah memberikan kritik keras dan meminta pemerintah melibatkan diri atas kasus yang dialami UAS dengan menjelaskan kenapa seseorang ditolak.

Fahri kemudian menyinggung soal Islamphobia yang berkembang dalam dan luar negeri atas kasus penolakan UAS oleh Singapura.

Ada persoalan lain yang nampak dari kasus UAS ini, yaitu berkembangnya Islamophobia tidak saja di beberapa negara tetangga tetapi juga termasuk di dalam negeri. Islamophobia dan berbagai macam kebencian kepada sesama adalah penyakit ummat manusia kita hari ini.” pungkasnya. (duniaoberita/Sulsel ekspres)