Skip to main content

BERITA TRENDING

Viral! Pendeta Gereja Toraja Buat Acara di Asrama Haji Makassar, Dipersoalkan?

Akhirnya Terbongkar Kasus Ujang Sarjana Yang Lapor Langsung Ke Jokowi

Kabar terbaru datang dari Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan duduk perkara aduan masyarakat kepada Presiden Jokowi.

“Kami Forkopimda Kota Bogor menindaklanjut dengan sangat serius, terkait laporan masyarakat kepada bapak Presiden kemarin pada saat kunjungan di Pasar Bogor, sehingga ada dua hal yang kami sampaikan,” kata dia.

(capture)

Pertama, kata dia, mengenai aduan kerabat Ujang Sarjana kepada Jokowi yang menolak pungli namun malah ditahan sudah tiga bulan sebetulnya adalah kasus pengeroyokan yang melibatkan Ujang kepada dua korban.

Kasus itu berawal pada pukul 2.30 WIB Jumat (26/11), dimana saat itu ada dua korban bernama Andriansyah dan Agus Santoso yang sedang berjualan ditegur Sarjana dan kemudian melakukan pengeroyokan secara bersama-sama. Sarjana kemudian dilaporkan kedua korban dan kasusnya telah diproses dalam persidangan.

Sebelumnya, beredar video di media sosial tampak dua orang pedagang berteriak ke arah Jokowi dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Pasar Bogor.

Dilansir dari medcom,  sejauh ini pihaknya telah memeriksa empat orang saksi, bahkan pihaknya telah meminta keterangan saksi-saksi yang meringankan dari pihak tersangka.

"Untuk keberatan-keberatan dari tersangka telah kami beri ruang melalui sidang pra-pradilan yang telah bergulir dan telah diputuskan yakni menolak dalih-dalih yang disampaikan pemohon dan mengabulkan upaya hukum yang dilakukan Polsek Bogor Tengah," sebutnya.

Masih kata dia, saat ini perkara tersebut sudah dalam tahap persidangan. Pihaknya telah melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan pelaporan.

"Di sini tidak ada kasus kriminalisasi karena ada korbannya. Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan prosedur hukum,” tegas Susatyo.

“Pak, tolong kami, di sini banyak pungli. Oom kami ditangkap polisi. Oom kami melawan preman, menolak pungli ditangkap polisi, kami bingung, sudah tiga bulan lebih dipenjara,” kata seorang perempuan pedagang.