Skip to main content

BERITA TRENDING

Viral! Pendeta Gereja Toraja Buat Acara di Asrama Haji Makassar, Dipersoalkan?

Terbongkar 4 Fakta Mengenai Dokter Yang Ditembak Densus 88

Kabar terbaru terkait  sederet fakta mengenai dokter Sunardi yang ditembak densus 88 secara terukur. 

1. Amir Jamaah Islamiyah

Dokter Sunardi merupakan anggota jaringan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JII). Tidak hanya itu, dirinya sempat menjabat sebagai amir khidmat, deputi dakwah dan informasi

"Yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai amir khidmat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Selain itu Sunardi juga aktif dalam lembaga kemanusiaan Hilal Ahmad Society Indonesia (HASI) yakni kelompok yang diduga bagian dari JI. Hasi sendiri diduga kelompok yang membantu aktivitas terorisme.


2. Membuka praktik di pondok pesantren

Diketahui jika Sunardi membuka praktik di klinik yang berada di Pondok Pesantren Ulul Albab yang berlokasi di Polokarto, Sukoharjo.

Saat penyergapan, dokter Sunardi baru saja pulang dan dalam perjalanan pulang dari pondok pesantren itu.

3. Pribadi yang tertutup

Pria yang berprofesi sebagai dokter itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Menurut Ketua RT setempat, Sunardi tidak pernah mengikuti kegiatan di kampung di Bangunsari, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo.

Ia juga tidak pernah bersosialisasi dan warga sekitar bertemu dirinya hanya saat salat berjamaah di masjid. Warga sekitar juga tidak terlalu mengenal dekat Sunardi.

4. Pihak keluarga yakin jika dokter Sunardi tidak terlibat jaringan terorisme

Salah satu perwakilan keluarga yakni Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menyatakan bahwa dokter Sunardi tidak terlibat dengan tindak terorisme. Pihak keluarga pun menyayangkan penembakan itu dan akan melakukan upaya hukum.

Keluarga juga mengaku kecewa karena Densus 88 terlalu terburu-buru menindak seseorang.

"Yang jelas kita menyayangkan sikap penegakan hukum yang kemudian ada sebuah kekerasan, apalagi tembak mati. Mestinya ada upaya paksa atau upaya hukum yang sifatnya melumpuhkan," kata Endro.

Source : AKURAT