Skip to main content

BERITA TRENDING

Dilaporkan oleh Deolipa Yumara, Ronny Talapessy: Bharada E Orang Kecil

Ketua DPP Demokrat Angkat Bicara Atas Tudingan Terhadap Ibas Timbun Minyak Goreng

Kabar mengejutkan datang dari sosok Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto heran mengapa kegiatan menjual murah minyak goreng jadi heboh di media sosial.

Dikabarkan bahwa maksud Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyalurkan 16 ribu (ton) liter minyak goreng yakni demi membantu masyarakat.

Tapi yang ada justru sebagian pihak menuding Ibas menimbun minyak goreng. Dan turut menimbulkan kelangkaan pasokan.

“Meskipun saya menghargai kebebasan berpendapat, dalam berpendapat harus tetap rasional, objektif, dan faktual. Menebar kebencian, kedengkian, dan fitnah adalah perilaku menyimpang dan jauh dari kewarasan yang harus diluruskan,” ucap Mukrianto, Jumat 11 Maret 2022.

Mukriyanto menilai Ibas hanya menjalankan kewajibannya sebagai anggota DPR. Dan hal ini perlu diikuti oleh legislator yang lain.

Dengan tindakan tersebut termasuk memberikan solusi di tengah kesusahan masyarakat.

“Justru kegiatan positif yang dilakukan Mas EBY harus didukung dan diperluas oleh seluruh wakil rakyat di mana pun. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu dan tugas pemerintah juga terbantu,” lanjut dia.

Ia pun menyayangkan sikap pihak yang menebar fitnah dan kedengkian. Lebih lanjut Mukriyanto mengingatkan untuk tidak menghalangi orang lain dalam berbuat baik.

Sebab yang dibutuhkan saat ini adalah semangat gotong royong sosial untuk kembali menormalkan distribusi minyak goreng.

“Jika belum bisa berpartisipasi membantu masyarakat, janganlah membenci dan menghalangi orang lain untuk berbuat baik membantu masyarakat,” ujar Mukrianto dilansir dari detik.com.

Sebelumnya ramai diberitakan, anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyebut masyarakat mengeluh dengan kelangkaan minyak goreng dan bahan pokok lainnya.

Karena itu Ibas menginisiasi penjualan 16 ribu liter minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 11.500 per liternya. (Source : Makkasar Terkini)