Skip to main content

BERITA TRENDING

Anwar Abbas Kritisi Izin Pengumpulan Uang ACT Dicabut, Ada Apa?

Terbongkar Profil Andi Widjajanto Gubernur Lemhannas Yang Baru

Kabar terbaru berkaitan dengan pelantikan Gubernur Lemhannas yang baru ini disampaikan oleh Plt Gubernur Lemhannas Marsdya Wieko Syofyan.

Nama Andi Widjajanto pun sudah tidak asing lagi di dunia pemerintahan, karena dia pernah memiliki sejumlah jabatan.

Pria yang lahir tanggal 3 September 1971 ini merupakan putra dari politikus senior PDIP (alm) Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei.

Sebelum terjun di pentas politik praktis, Andi Widjajanto dikenal sebagai akademikus dan pengamat militer.

Dia lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI jurusan Hubungan Internasional tahun 1996.

Setelah itu, Andi Widjajanto kemudian melanjutkan pendidikan ke Inggris dengan gelar sarjana School of Oriental dan African Studies University of London.

Dia juga meraih gelar Master of Sciences dari London School of Economics, sekaligus gelar Master of Sciences dari Industrial College of Armed Forces, Washington DC, Amerika Serikat pada tahun 2003.

Andi Widjajanto juga tercatat sebagai dosen tetap FISIP Universitas Indonesia.

Selain itu, dia pernah tercatat sebagai Koordinator di Gerakan Non Blok Study Center dan juga aktif sebagai peneliti di jurusan HI FISIP UI.

Andi Widjajanto juga tercatat sebagai Dewan Editor pada jurnal politik internasional Global.

Tidak hanya itu, dia pernah bekerja sebagai Managing Director di PACIVIS, Center for Global Civil Society Studies Universitas Indonesia hingga jabatan Direktur Eksekutif pada PACIVIS dan Direktur Ekonomi Pertahanan di Institut Pertahanan dan Studi Keamanan UI.

Andi Widjajanto pun memiliki beberapa keterlibatan komunitas epistemik, seperti anggota Delegasi Indonesia dalam 'ASEAN plus Three Forum Pemimpin Muda' untuk menyajikan sebuah makalah akademis 'The Positif Perdamaian untuk Asia Timur' pada tahun 2000 silam.

Kemudian pada 2001 dia menjadi anggota Delegasi Indonesia dalam '1st Majelis Rakyat ASEAN' untuk menciptakan jaringan antarorganisasi masyarakat sipil ASEAN.

Pada 2001 Andi Widjajanto juga menjadi anggota Delegasi Indonesia dalam '4th ASEAN University Jaringan Forum' untuk menyajikan sebuah makalah akademis 'Pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN'.

Sedangkan Pada tahun 2002, dia menjadi anggota dari Task Force, yang diselenggarakan oleh Science Institute (LIPI) Indonesia, di bawah kerja sama dengan Military College of Indonesia (Sesko TNI) untuk meninjau Doktrin Militer Indonesia.

Andi Widjajanto juga menjadi anggota Task Force yang diselenggarakan oleh Studi Pemerintah Daerah (LOGOS), di bawah kerja sama dengan Angkatan Bersenjata Teritorial Kepala Staf (Kaster TNI) untuk memodifikasi Komando Teritorial di Indonesia selama tahun 2001-2002.

Dia kemudian tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sejak 3 November 2014 sampai 12 Agustus 2015.

Sebelumnya, Andi Widjajanto aktif sebagai Deputi Tim Transisi menjelang terbentuknya Kabinet Kerja.

Keterlibatannya dalam Tim Transisi pun tidaklah mengejutkan, karena sang ayah Theo Syafei adalah politikus senior sekaligus orang yang dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Andi Widjajanto adalah anggota Tim Transisi ketiga yang diangkat menjadi menteri dalam pemerintahan Jokowi, setelah Rini Soemarno (Menteri BUMN) dan Anies Baswedan (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah).

Dia juga memiliki hubungan sangat dekat dengan PDIP, sedekat hubungan Theo Syafei dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tidak hanya itu, Andi Widjajanto memiliki pengaruh kuat di lingkungan internal partai pengusung pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla tersebut.

Peneliti tentang Indonesia dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner bahkan menyebutnya sebagai salah satu figur dan pemikir penting pada pemenangan Jokowi - JK pada Pilpres 2014 lalu.  (Source : Pikiran Rakyat)