Skip to main content

BERITA TRENDING

Viral! Pendeta Gereja Toraja Buat Acara di Asrama Haji Makassar, Dipersoalkan?

Nicho Silalahi Malah Balik Menantang

Kabar mengejutkan datang dari seorang Nicho Silalahi (@Nicho_Silalahi), pegiat media sosial dan pendukung Edy Mulyadi, balik menantang komunitas Suku Dayak dan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Yusuf Leonard Henuk (@profYL_Henuk), pasca dilaporkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Polisi Daerah Kalimantan Barat.

Dikabarkan bahwa tantangan Nicho Silalahi menanggapi Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor, didampingi komunitas lintas etnis, di antaranya Ketua Kekarabatan Suku Batak Marga Silalahi Provinsi Kalimantan Barat, Rihat Silalahi, membuat laporan hate speech atas nama Nicho Silalahi di Direkorat Reserse dan Kriminal Polisi Daerah Kalimantan Barat, Rabu, 2 Februari 2022.

Jakius Sinyor mempersoalkan twitt Nicho Silalahi (@Nicho_Silalahi), Kamis siang, 27 Januari 2022, berbunyi, ”Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak² pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan “Tempat Jin Buang Anak” kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?”

Menanggapi pro dan kontra, Nicho Silalahi (@Nicho_Silalahi), men-twit, Kamis siang, 3 Februari 2022, “Siap Abangku. Seribu laporanpun akan aku hadapi demi menghentikan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Semoga mata public terbuka lebar bahwa para pelaku berada di sekitar kita. Kalau bukankita yang berjuang untuk menghentikan ini lalu siapa?”

Twit Nicho Silalahi tanpa beban, dibalas @profYL_Henuk, “Hebat sekali @Nicho_Silalahi akhirnya keok dari @profYL_Henuk bukan karena biasa mempermalukan @ProfYL_Henuk, tapi justru @ProfYL_Henuk, tapi justru @profYL_Henuk berhasil cerahkan pikiran bodoh kini dihadapinya dalam melecehkan “Perempuan Kalimantan” jadi dilaporkan di @poldakabar & @ProfYL_Henuk tak malu.”

“Oalah Prof @ProfYL_Henuk, kok bengak kalilah kau, baca dengan jeli dulu kalimatku, malu kita kalau USU punya prof sepertimu yang main klaim langsung keok,” balas twit @Nicho_Silalahi.

@Nicho_Silalahi mengatakan, “Jika mengatakan fakta yang terjadi itu dianggap kejahatan, maka Tenang aja Prof @ProfYL_Henuk aku ga sehebat orang ini, meski sudah tersangka tapi gak ditahan. Oh ya apa prof tahu kelanjutan kasus yang dihadapi guru besar USU ini?”

Dijawab @profYL_Henuk, “Sadarlah kau @Nicho_Silalahi, pasti kau dipanggil langsung dan ditahan @Kepolisian_RI, soalnya semya yang sok kau mau buktikan sudah tidak penting, karena @Nicho_Silalahi tak hanya lecehkan “Perempuan Kalimantan” saja, tapi sudah semua “Perempuan Indonesia”. Fakta kau memang bodoh.”

@Nicho_Silalahi, “Tidak akan pernah sedikitpun aku mundur untuk menghentikan para jahanam yang menjadi pelaku tindak Pidana Perdagangan Orang.”

Ditambahkan @Nicho_Silalahi, “Mereka marah dengan kata@ tapi mereka diam saat diberi tahu penyebab dari bencana. Maka sudah seharusnya pemerintah #BrangusBuzzzerRP agar ruang@ public berisi perdebatan sehat. Satu suara dan satu tekad untuk #BrangusBuzzerRP karena merekalah sumber kekacauan negri ini.”

@ProfYL_Henuk, “Sudahlah @Nicho_Silalahi, tak guna kau sok ajari @ProfYL_Henuk baca berita tak penting soalnya yang kau hadapi laporan polisi ari @PakkatDayak jadi jangan banyak bacot disini, karena penyidik lebih hebat jebak kau daripada bacotan kau sok hebat di medsos, paham kau @Nicho_Silalahi?”

Menanggapi twit @Nicho_Silalahi tidak takut terhadap seribu laporan sekalipun, ditimpal John Hendrik (@johnhendrik3), “Ya elah seribu laporan??? Ada yang ngajak ngopi aja alesannya byak agenda @PakkatDayak.”

Pakde Arip (@ariefbudiawan7), “Seribu laporan akan dihadapi, wiiih.. Kesannya malah makin memanaskan suasana niih, kayak nantangani gitu. Besok saat mau diperiksa langsung bawa baju ganti aja Lae.”

Ditimpal Pengenketawaw (@Pengenketawa2), “Sambil nangis.”

Nicho Silalahi, melayangkan twit, Kamis, 27 Januari 2022, menanggapi protes meluas setelah Edy Mulyadi, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut Kalimantan sebagai wilayah sepi, hanya tempat jin buang anak, sebagai bentuk protes dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, 18 Januari 2022. (Source : Suarapemredkalbar)