Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Giring Mundur, PSI Usulkan Sosok Ini

Kabar mengejutkan datang dari  Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan 9 kandidat untuk diusung menjadi pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada gelaran Pilpres 2024 mendatang. 

Dikabarkan bahwa Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha Djumaryo menyatakan diri tak berminat maju dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti.

Giring mengatakan, ketika berbicara ihwal sosok pemimpin ideal, nama Presiden Jokowi adalah sosok yang mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia. Kata dia, banyak sekali rakyat Indonesia yang ternyata masih menghendaki sosok Jokowi untuk memimpin Indonesia.

Sebab, menurutnya, ini adalah fakta di lapangan sekaligus aspirasi masyarakat yang sangat menyukai Jokowi namun dibatasi oleh konstitusi bahwa presiden hanya bisa dijabat selama dua periode.

"Berdasar fakta itu jugalah saya merasa tahun 2024 belumlah waktu bagi saya untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia di 2024. Maka hari ini, dengan penuh kesadaran saya Giring Ganesha, mengumumkan mundur dari pencalonan presiden Republik Indonesia," kata Giring dalam keterangan tertulis, Kamis (24/2/2022).

Giring mengaku PSI membangun tradisi untuk mendengar suara rakyat, kedaulatan tertinggi di dalam politik. Termasuk dalam soal kandidat presiden mendatang.

“Maka, sejak awal Februari lalu, DPP PSI meminta seluruh pengurus untuk turun ke bawah, mendengarkan suara rakyat. Menemui para tokoh muda, guru, akademisi, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat dan orang-orang yang kami anggap mewakili suara hati nurani rakyat,” kata Giring.

Ia menjelaskan, PSI menemukan fakta di lapangan dan terdapat sembilan nama yang diinginkan rakyat menggantikan Jokowi, yaitu Emil Elestianto Dardak; Erick Thohir; Ganjar Pranowo; Mochamad Ridwan Kamil; Mohammad Mahfud MD; Muhammad Andika Perkasa; Muhammad Tito Karnavian; Najwa Shihab; dan Sri Mulyani Indrawati.

“Kami yakin, mereka adalah kader-kader bangsa yang dianggap mampu melanjutkan politik kesejahteraan, politik bersih, dan politik keterbukaan,” ujarnya. 


Sumber : Kompas