Skip to main content

BERITA TRENDING

Dilaporkan oleh Deolipa Yumara, Ronny Talapessy: Bharada E Orang Kecil

Diancam NATO, Vladimir Putin Buat Perintah Yang Akan Dikenang Sepanjang Sejarah

Kabar mengejutkan datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya menyiapkan sistem pertahanan senjata nuklir.

Dikabarkan bahwa perintah Vladimir Putin dikeluarkan setelah pemerintah Rusia merasa diancam oleh negara-negara barat khususnya mereka yang tergabung dalam NATO.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO memang mengecam keras tindakan invasi Rusia terhadap Ukraina yang diumumkan Putin pada 24 Februari lalu.

Dilansir PikiranRakyat-Depok.com dari The Guardian, Putin telah memanggil menteri pertahanan, Sergei Shoigu, dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia, Valery Gerasimov.

Putin disebut secara khusus meminta kedua pemegang komando militer tersebut untuk menyiapkan apa yang ia sebut Mode "Pertempuran Khusus".

“Pejabat senior negara-negara NATO mengizinkan pernyataan agresif terhadap negara kami, oleh karena itu saya memerintahkan menteri Pertahanan dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia untuk mengerahkan pasukan Rusia ke mode pertempuran khusus” kata Putin.

Diperkirakan Kremlin akan menambah sistem pertahanan di perbatasan di Rusia-Ukraina setelah diperingatkan negara-negara Barat.

Salah satu peralatan canggih lainnya adalah penangkal nuklir jikalau ada kemungkinan serangan bom atau rudal bertenaga nuklir yang mengarah ke wilayah Rusia.

“Negara-negara Barat tidak hanya mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita di bidang ekonomi, tetapi para pejabat tinggi dari anggota NATO terkemuka membuat pernyataan agresif mengenai negara kita." tegasnya.

Menurutnya, negara-negara Barat yang mendukung sanksi-sanksi terhadap Rusia sebaiknya tak terlibat lebih jauh lagi dalam konflik Rusia-Ukraina.

Putin bahkan sempat mengancam siapa saja yang ikut campur atas invasi Rusia terhadap Ukraina dengan apa yang ia sebut 'konsekuensi yang tak bisa dibayangkan.' (source : Pikiranrakyat-depok)