Skip to main content

BERITA TRENDING

Sebelum Meninggal Dunia, Alm Buya Syafii Maarif Berikan Pesan untuk Jenderal Andika

Ngamuk Sengamuk-ngamuknya, Amien Rais Teriak Oligarki Bedebah, Ngawur

Kabar mengejutkan datang dari Amien Rais kirim warning keras ke pemerintah. Isinya tajam dan menohok. Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat itu terlihat serius. Dia sampai terang-terangan menyebut ekonomi Indonesia diambang kehancuran.

Dikabarkan bahwa pemicunya sangat sepele. Semua dipicu oligarki yang sudah mengontrol semua lini kehidupan masyarakat. Ekonomi dan demokrasi akhirnya kena imbas serius. Rakyat pun disebut jadi korban.

"Bedebah ekonomi bangkit. Oligarki. Oligarki itu ngawur, seenak mereka saja. Ini tidak boleh terjadi. Demokrasi kita di bawah rezim Jokowi sudah sampai ke titik nadir. Sudah antara oleng dengan kebangkrutan," katanya, Sabtu (15/1/2022), saat pelantikan Pengurus DPW Partai Ummat Riau.

Peringatan Amien Rais ini seakan mengirimkan alarm terhadap utang yang dimiliki Indonesia. Untuk diketahui, utang pemerintah memang meningkat selama pandemi covid-19.

Hingga akhir November 2021, nilainya mencapai Rp 6.713,24 triliun. Utang ini naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau 40,5% dibandingkan sebelum pandemi akhir 2019.

Sementara itu, total utang luar negeri swasta hingga November 2021 mencapai USD 208,3 miliar atau Rp 2.952 triliun (kurs Rp 14.171 per USD).

ULN swasta sebenarnya turun 1% dibandingkan Oktober 2020, tetapi naik 4% jika dibandingkan akhir 2019 atau sebelum pandemi.

Amien pun mengajak seluruh kader Partai Ummat di Riau agar saling bahu-membahu dengan membawa seluruh kekuatan. Ia tak ingin ada individu merasa atau bahkan memang dipinggirkan.

"Kita tidak memikirkan kelompok kita saja, apalagi hanya untuk secuil kekuasaan. Saya yakin kita bisa maju ke depan, kalau melihat antusiasme di mana-mana, dan DPP juga dikelilingi oleh tim ahli," jelasnya.

Dari penjelasannya, apa pun bentuk pemerintahan di belahan dunia, jika adil maka akan bertahan. "Keadilan ialah persoalan inti dalam kehidupan berbangsa di muka bumi hang fana ini. Kalau penuh kezaliman pasti akan hancur," sebutnya. (Wartaekonomi)