Skip to main content

BERITA TRENDING

Akhirnya Terungkap Sosok Yang Ambil CCTV Rumah Sambo

KKB Papua Jilat Ludah Sendiri, Ada Apa?

Kabar terbaru berkaitan dengan kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali menebar teror di Bumi Cenderawasih.

Dikabarkan bahwa pada momen pergantian tahun, KKB Papua malah mengeluarkan pernyataan perang terbuka melawan TNI-Polri.

KKB Papua pimpinan Undius Kogoya menantang prajurit TNI-Polri untuk berperang di wilayah Intan Jaya, Papua.

Dalam pesannya yang disebarkan melalui media sosial, Undius Kogoya menyebut kelompoknya tak takut dengan TNI-Polri.

“Kami masih memiliki hukum perang secara adat dan kami percaya bahwa Tuhan dan roh-roh leluhur bangsa Papua dipihak kami," katan Undius.

Baru saja tahun berganti, Undius Kogoya dan kelompoknya melakukan provokasi dengan mengibarkan bendera bintang kejora.

Pengibaran itu dilakukan di beberapa titik di wilayah Intan Jaya.

Selain itu, Undius Kogoya melepaskan tembakan peringatan ke udara sebagai tanda siap perang melawan TNI-Polri.

“TNI-Polri silahkan datang, kami siap layani,” kata Undius dalam pesannya.

Apa yang dilakukan KKB Papua pimpinan Undius Kogoya tersebut bak menjilat ludah sendiri.

Pasalnya sebelumnya, pihak KKB Papua justru meminta gencatan senjata alias stop kontak tembak dengan TNI-Polri.

Hal itu diminta langsung oleh Jenderal KKB Papua, Lekagak Telenggen.

Dalam pesannya di bulan Desember lalu, Lekagak Telenggen meminta pemerintah Indonesia menghentikan operasi militer di Papua, terutama di masa perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Stop operasi militer besar-besaran,” kata Lekagak Telenggen.

Permintaan gencatan senjata itu bahkan diiringi Lekagak Telenggen dengan sebuah ancaman.

Ia menyebut, kelompoknya bakal menyerang warga sipil jika permintaan itu tak dikabulkan.

“Tidak akan Kompromi dengan Warga Sipil Non Papua yang di atas Tanah Papua Akan Jadi sasaran Operasi Militer TPNPB-OPM Nanti,” kata Lekagak Telenggen.

Pada saat itu, Lekagak Telenggan bahkan membujuk Presiden Joko Widodo untuk membebaskan tahanan politik dari Papua. (Source : Tribun Palu)