Skip to main content

BERITA TRENDING

Anwar Abbas Kritisi Izin Pengumpulan Uang ACT Dicabut, Ada Apa?

Ingin Kudeta Presiden Jokowi, Gatot Nurmantyo Dibuat Tak Berkutik? Bagaimana Faktanya?

Kabar terbaru terkait sebuah video, Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dikabarkan dibuat tidak berkutik.

Foto : Tangkapan Layar

Dikabarkan bahwa dalam informasi itu, disebutkan bahwa tak berkutiknya Gatot Nurmantyo disebabkan oleh dirinya yang ingin mengkudeta Presiden Jokowi.

Informasi terkait Gatot Nurmantyo itu beredar setelah video berjudul "NGOTOT JADI PRESIDEN, NASIB GATOT BERAKHIR BEGINI ~ BERITA TERBARU" diunggah ke dalam kanal YouTube Skema Politik pada Kamis, 16 Desember 2021.

(Thumbnail/HASIL TANGKAPAN LAYAR)

Saat artikel ini ditulis, video mengenai Gatot Nurmantyo yang disebut ingin mengkudeta Presiden Jokowi itu pun sudah ditonton hingga 2.851 kali dan disukai 18 kali.

Pada thumbnail video, terlihat potret Gatot Nurmantyo tengah dikelilingi sejumlah anggota TNI.

"INGIN KUDETA PRESIDEN

GATOT NURMANTYO DIBUAT TAK BERKUTIK," tulis narasi pada thumbnail video, sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Skema Politik.

Video yang mengatakan Gatot Nurmantyo ingin kudeta Presiden Jokowi

Namun setelah ditelusuri, klaim yang mengatakan bahwa Gatot Nurmantyo dibuat tak berkutik karena ingun kudeta Presiden Jokowi adalah tidak benar.

Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid terkait hal tersebut.

Di dalam video berdurasi 10 menit 6 detik itu tidak terkandung informasi maupun narasi seperti apa yang diklaim pada judul.

Video tersebut salah satunya berisi cuplikan pernyataan Pakar hukum tata negara, Refly Harun yang mengatakan bahwa Gatot Nurmantyo menginginkan presidential threshold 0 persen.

Menurut Refly Harun, dengan adanya presidential threshold 0 persen, maka setiap partai politik bisa mengajukan Capres dan Cawapresnya sesuai dengan apa yang terkandung dalam konstitusi.

Selain itu, foto yang digunakan pada thumbnail video merupakan hasil editan atau suntingan.

Berdasarkan analisa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang beredar adalah hoaks.

Video tersebut termasuk jenis false connection, di mana judul dan isi berita sangatlah berbeda.

Sumber : SeputarTangsel