Skip to main content

BERITA TRENDING

Soal Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Ungkap Hal Ini

Gubernur Viktor: Saya Mengundurkan Diri Jika.....

Kabar terbaru datang dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menanggapi video ketegangannya bersama sejumlah warga Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur, yang beredar luas di tengah masyarakat.

Dikabarkan bahwa Viktor menilai jika video-video yang beredar tersebut sudah melalui proses editing, yang lebih menonjolkan suara kerasnya dibanding pokok yang dibahas waktu itu.

"Cara kalian memotong dan viral itu kan cara yang framing itu, tidak muat secara utuh. Harusnya kalian tidak boleh begitu, kalian itu framing kan? Framing sesuatu itu kalian jahat," katanya, Kamis (2/12) kemarin.

Menurut Viktor, netizen yang framing kejadian tersebut merupakan sesuatu yang berbau politik. "Netizen yang framing itu pasti dia berbeda politik dengan saya," ujarnya.

Bahkan, Viktor mengajak untuk melakukan survei terhadap dirinya. Jika hasil survei kebanyakan masyarakat sudah tidak menyukainya, maka dia akan mengundurkan diri dari jabatan gubernur.

"Sudah nanti saya survei saja, kalau survei masyarakat Nusa Tenggara Timur mereka tidak suka saya lagi, saya berhenti karena saya datang sini bukan cari hidup. Kalau tidak mau lagi, saya berhenti dengan senang hati," tegas Viktor.

Beberapa pekan terakhir media sosial Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan beredarnya video, yang memperlihatkan ketegangan gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dengan sejumlah masyarakat di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur.

Bahkan dalam video itu, sejumlah masyarakat pergi meninggalkan rombongan gubernur saat sedang membahas lahan yang direncanakan akan dibangun rens sapi.

Rekaman video perdebatan panas antara gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, dengan tokoh masyarakat Desa Kabaru bernama Umbu Maramba Hau.

Viktor buka suara terkait persoalan itu. Menurutnya, untuk mengejar kesejahteraan masyarakat tidak hanya dengan mengandalkan APBD. Sehingga seluruh aset yang ada harus dimanfaatkan agar perekonomian lebih baik.

"Saya tidak tertarik dengan video atau segala macam itu, persoalan kita adalah jika investasi kita di NTT tidak berjalan maka untuk mengejar kesejahteraan, dengan hanya mengandalkan APBD semata. Sehingga aset-aset yang ada harus dimanfaatkan," jelasnya, Kamis (2/12).

Menurut Viktor, tidak ada satu daerah pun yang berhasil dengan investasi rendah, apalagi dengan situasi Covid-19 seperti ini. Bahkan NTT merupakan salah satu provinsi yang tidak terlalu diminati oleh para investor.

"Oleh karena itu kita harus kreasikan seperti perizinan harus cepat, kepastian hukum atas tanah yang harus tepat dan konflik-konflik sosial seperti itu tidak harus ada. Karena itu akan menjadi hambatan bagi investor yang akan masuk," ungkapnya. (Source : Merdeka)