Skip to main content

BERITA TRENDING

Soal Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Ungkap Hal Ini

Dugaan Diperkosa Polisi, Novia Bunuh Diri di Makam Ayahnya

Kabar terbaru berkaitan dengan Novia Widyasari (23) diketahui seorang mahasiswi Universitas Brawijaya asal Mojokerto merupakan korban pemerkosaan yang dilakukan oleh polisi berinisial R.

Dikabarkan bahwa Kisah Novia menjadi semakin banyak dibahas oleh warganet karena pada Kamis 2 Desember pukul 15.30, Novia ditemukan tewas di atas pusara sang ayah yang juga baru meninggal 100 hari yang lalu.

Diduga karena depresi, Novia nekat bunuh diri dengan cara meneggak racun. Sebelumnya, oknum R yang memperkosa Novia memaksanya melakukan aborsi.

Akun Twitter @belawsz menceritakan, Novia pernah menelepon temannya berinisial AN. Di sana Novia menceritakan semuanya

“Dia menceritakan dari awal kejadian dia dibawa ke penginapan oleh R (pacar NW), lalu diberi obat dan dipaksa minum obat itu, setelah itu dia tertidur. Sekitar 4 bulan kejadian ini dia menyadari bahwa dia hamil, dan lgsg lapor ke R” cuit akun @belawsz

Mengetahui hal itu, R membujuk Novia untuk menggugurkan kandungannya, tapi Novia enggan. Akhirnya R hilang kabar dan Novia berinisiatif melaporkan masalah ini ke orang tua R.

Awalnya orang tua R mengatakan akan bertanggung jawab atas perbuatan anaknya. Namun, tiba-tiba mereka menyatakan enggan menikahkan R dengan NW.

“Sesampainya di rumah korban, orang tua Randy menyampaikan hal yang sangat berbeda jauh. To the point, “Bu mohon maaf kalau R dan N belum bisa jika secepatnya ke jenjang serius karena posisi R masih punya kakak yang belum menikah, dan R masih awal jadi p*lisi” lanjut cuitnya.

Tak cuma itu, R bahkan mencekokinya dengan obat penggugur kandungan hingga Novia harus dirawat di rumah sakit.

Selain itu, saat ia menceritakan masalahnya ke keluarganya, seorang paman yang kerap ia sapa “mas” justru menyalahkan Novia. Setiap hari ia memaki Nova dan mengancam akan membunuhnya karena dianggap telah mempermalukan keluarga.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan akan mendalami informasi ini.

“Belum bisa dipastikan apakah korban mendapatkan tekanan dari temannya, cuman kita akan mendalami fakta baru ini,” jawab Andaru dikutip lenteramojokerto.com pada Jumat 3 Desember 2021. (Source : Riaumandiri)