Skip to main content

Trending Topic

Semakin Jelas, MK Kukuhkan Wewenang Polisi Periksa Identitas

Bertahun-Tahun Bohongi Istri Jadi Anggota TNI AU, Sampai Punya Anak

Kabar terbaru berkaitan dengan dunia maya dihebohkan dengan viralnya anggota TNI dan Polri gadungan yang meresahkan masyarakat.

Dikabarkan bahwa sejumlah anggota TNI dan polisi gadungan pun telah ditangkap.

Berbekal seragam yang dibeli di pasar, warga sipil tersebut berani mengaku-ngaku sebagai petugas penegak hukum demi meraup keuntungan ekonomi hingga mendapatkan pasangan.

Berikut ini rangkuman lima kasus viral anggota TNI-Polri gadungan yang berhasil terungkap:

1. AKBP gadungan yang ternyata mantan napi

Polisi menangkap AR (41), seorang polisi gadungan asal Sumatera Barat.

Pria ini mengaku perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan bertugas di Polda Sumbar.

AR ditangkap saat menemani pacarnya berinisial AC (30) mengurus perceraian di Pengadilan Agama Painan, Pesisir Selatan, Kamis (9/12/2021).

Kasus ini terungkap dari kecurigaan keluarga AC terhadap AR. Adapun AR terus berupaya membujuk AC untuk menikah dengan dirinya.

Karena curiga, pihak keluarga korban lantas menanyakan identitas AR ke Polres Pesisir Selatan.

Setelah diselidiki, ternyata AR bukan polisi. Belakangan juga terungkap bahwa AR merupakan mantan napi kasus pemerkosaan tahun 2000.

2. Anggota polisi dan Bhayangkari gadungan

Baru-baru ini warganet digegerkan dengan video viral pria berseragam polisi dan perempuan mengenakan pakaian bhayangkari yang membandingkan kacang ijo dan cokelat.

Rupanya mereka merupakan warga sipil.

Pria dalam video berinisial RA (36) warga Rengasdengklok dan bekerja sebagai petugas pengamanan gudang.

Sedangkan yang perempuan berinisial RW (28), warga Cikampek, pegawai swasta.

Kepada polisi, RW mengaku tak mengetahui bahwa RA bukan polisi. Hal itu selaras dengan pengakuannya pada video permintaan maaf.

Seragam polisi dibeli RA secara online. Sedangkan keduanya mengaku teman dekat yang kenal sejak Oktober 2021 melalui media sosial. Video tersebut diambil di sebuah studio foto.

3. TNI gadungan bentak anggota provos

Seorang tentara gadungan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, bernama Roni Marpuang (45), warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diamankan anggota TNI.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto mengatakan, aksi pelaku terbongkar berawal dari Pasi Ops Kodim 0321/Rohil Kapten Inf M Manurung dan personel provos melintas di jalan lintas Ujung Tanjung-Bagansiapisiapi, hendak menuju markas, Selasa (14/9/2021), pukul 07.30 WIB.

Lalu di tengah jalan, mereka melihat seorang pria berseragam TNI AD mengendarai sepeda motor.

Merasa curiga, keduanya segera mendekati anggota TNI AD itu dan memintanya untuk berhenti.

Namun, pelaku sempat membentak provos yang memberhentikannya.

"Petugas juga melihat brevet yang digunakan pelaku salah tempat penggunaan. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Pos POM TNI AD di Bagansiapiapi," kata Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, Sabtu (18/9/2021).

"Saat ditanya petugas, pelaku menjawab dengan nada keras, 'ngapain ditanya-tanya, kita sama-sama tentara'," ujar Nurhasdo.

Di hadapan petugas, Roni akhirnya mengaku bahwa dirinya bukan anggota TNI.

4. Mayjen TNI gadungan tipu 22 warga

Polda Jawa Timur menangkap Agung Priyana (38), warga asal Kediri, Jatim, yang mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayjen.

Ada 22 laporan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan dari marinir gadungan tersebut.

Para korban yang rata-rata perempuan itu melaporkan Dicky lantaran merasa ditipu dengan modus sebagai aparat militer.

5. Selama 7 tahun bohongi istri ngaku TNI AU

Selama tujuh tahun, Saiful Muis (31) warga Kabupaten Blora, membohongi AS, istrinya dengan mengaku sebagai anggota TNI AU yang bertugas di Bandung.

Namun AS curiga karena Musi jarang ke kantor dan istrinya tak kunjung dinikahi secara resmi walaupun mereka sudah memiliki anak.

AS pun melapor ke Koramil dan meminta agar suaminya diperiksa.

Muis diamankan di rumah istri sirinya pada Rabu (22/1/2020) dan menjalani pemeriksaan di Makodim 0710/Pekalongan.

Muis bercerita bahwa ia mengaku menjadi anggota TNI untuk membohongi istrinya karena ingin lebih terpandang di hadapan istri dan keluarganya.

"Saya malu pulang ke rumah di Blora karena mendaftar TNI gagal terus sudah empat kali. Makanya, saya enggak pulang, biar orang rumah tahu saya jadi TNI," ujar Saiful saat diinterogasi petugas di Makodim 0710 Pekalongan, Rabu (22/1/2020).

Sementara, AS mengatakan, selama menikah hingga punya anak, dia tidak pernah diberi nafkah yang layak.

Bahkan AS harus bekerja di Tegal demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Nafkah batin saja. Bahkan saya bekerja bolak balik Pekalongan-Tegal setiap hari tidak pernah diantar," ucap AS.

Kasus tersebut tak diproses hukum. Namun, AS memilih bercerai dengan suaminya yang telah membohonginya selama tujuh tahun. (Tribun Bali)


Comments