DUNIAOBERITA.COM Skip to main content

Posts

Viral! Diperas saat Open BO, Dipaksa Tunjukin Saldo, Berujung Lompat dari Lantai 12 Apartemen

Recent posts

Mengapa Eks Jampidsus Belum Ditahan? Ini Jawaban Kejagung.

Mengapa Eks Jampidsus Belum Ditahan? Ini Jawaban Kejagung.  Klik Video Selengkapnya  DI SINI

Inilah video lengkap detik-detik Mentan Amran digeruduk dua mahasiswa saat beri kuliah umum di Universitas Sumatera Utara

Video selengkapnya di link  di SINI

Mengejutkan! Menhan Israel Mundur Usai Ketahuan Adu Domba AS dengan Negara Arab

Israel ternyata pernah ketahuan membuat operasi intelijen untuk mengadu domba Amerika Serikat (AS) dan Mesir agar saling berperang. Bahkan, terbongkarnya kasus ini membuat Menteri Pertahanan Israel, Pinhas Lavon, mengundurkan diri karena terbukti menjadi dalang operasi intelijen yang sangat licik.  Ceritanya bermula pada 1954. Kala itu di Mesir terjadi serangkaian ledakan yang mengguncang kota Alexandria dan Kairo. Target serangan meliputi kantor pos, stasiun kereta, terminal, bioskop, bahkan fasilitas milik AS seperti konsulat dan bangunan strategis lainnya. Meski tak menelan korban jiwa, serangan ini memicu kekacauan politik dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah Mesir yang dipimpin Gamal Abdel Nasser, khususnya dari Washington.  Setelah beberapa hari, pihak berwenang berhasil menangkap Philip Nathanson, seorang pelaku yang kemudian terbukti sebagai agen intelijen Israel. Penyidikan lebih lanjut mengungkap jaringan yang lebih luas, yakni t...

Terbaru! Kondisi Terkini Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator  KontraS , Andrie Yunus, menjalani perawat medis usai mengalami  penyiraman air keras  oleh orang tidak dikenal. Polda Metro Jaya mengungkapkan kondisi terkini Andrie Yunus. "Kondisi korban masih dalam perawatan dan belum bisa dibesuk," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Senin (16/3/2026). Polisi akan menggali keterangan kejadian penyiraman air keras setelah kondisi Andrie Yunus membaik. Selain itu, polisi juga akan menggali keterangan dari sejumlah pihak lainnya. "Tentunya, tapi juga tetap mendalami dari orang sekitar korban dan sekitar TKP," ujar Budi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Jenderal Sigit menyebut dirinya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut kasus tersebut. "Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya t...

Tegas! Besaran Iuran BPJS Kesehatan per 13 Maret 2026

Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan resmi iuran BPJS Kesehatan yang dilakukan ke depannya hanya akan berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas yang selama ini membayar iuran secara mandiri, misalnya sekitar Rp 42 ribu per bulan. Adapun kenaikan tersebut tidak akan berdampak pada kelompok miskin. Menkes menyebut, peserta dari desil 1 sampai 5 tetap ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). "Kalau tarif dinaikkan untuk orang-orang miskin desil 1-5 itu tidak ada pengaruhnya. Karena orang-orang miskin itu dibayari oleh pemerintah," kata Budi Gunadi Sadikin yang akrab dipanggil BGS, dikutip Jumat (13/3/2026). Ia menekankan, sistem BPJS menganut prinsip asuransi sosial dengan skema subsidi silang. Artinya, peserta dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi turut menopang pembiayaan peserta kurang mampu. "Konsepnya asuransi sosialitas BPJS memang ada orang yang kaya itu mensubsidi yang miskin. Sama seperti ...

Prabowo: Ada Pengamat yang Tak Suka Pemerintahnya Sendiri Berhasil, Ini Alasannya

Presiden Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap yang tidak mendukung keberhasilan pemerintah. Ia menyebut ada pihak-pihak yang menurutnya justru tidak menyukai ketika pemerintah mampu menjalankan program dengan baik. Prabowo mengatakan kritik dan perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, ia menilai ada pengamat yang menyampaikan pandangan dengan motivasi tertentu yang justru menimbulkan kecemasan di masyarakat. "Ya, ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya. Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi, tapi menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3). Ia menilai sebagian kritik muncul karena faktor persaingan politik atau kepentingan tertentu yang merasa dirugikan ketika pemerintah melakukan penertiban, termasuk terhadap praktik korupsi. "Mun...