Langsung ke konten utama

PNS Bisa Menjadi KadesTanpa Mundur, Ternyata Ini Syaratnya

Pendeta Esra Emosi Dimaki Yahya Waloni, Ini Isinya

Kabar mengejutkan datang dari Pdt. Esra dan Yahya Waloni yang dikabarkan bahwa bocornya percakapan keduanya. 

Percakapan yang  beredar tersebut adalah sebuah percakapan pribadi via telepon yang diduga kuat antara pendeta Esra dan pendakwah Yahya Waloni.

Sebagaimana dijelaskan dari MakassarTerkini menyampaikan bahwa Percakapan itu bocor ke publik lalu dimuat dalam sebuah kanal YouTube Joe Shine pada Maret 2021 lalu dengan judul “Bocor ke Publik! Percakapan Pdt Esra dan Yahya Waloni Buktikan Bahwa Waloni Bukan Ustad”.

Dalam tayangan percakapan tersebut, Pendeta Esra tampak membuka percakapan dengan mengucapkan salam khas Muslim, yakni “Assalamualaikum”.

Namun, Yahya Waloni tak menjawab dan langsung to the point menanyakan siapa gerangan yang menelepon dirinya.

“Siapa, nih?” tanya Yahya Waloni, seperti dikutip terkini.id pada Jumat, 9 April 2021.

Mulanya mereka membicarakan seseorang bernama Yusuf hingga kabar Yahya Waloni yang menantang pendeta untuk debat.

Di tengah percakapan, emosi Yahya Waloni memuncak dan seakan tak terkendali hingga ia bersuara dengan nada sangat tinggi.

Pendeta Esra yang keheranan akhirnya mempertanyakan apa benar dia seorang ustaz menilik gaya bicaranya yang kasar.

Lalu percakapan pada akhirnya membahas perihal kesiapan Yahya Waloni yang menantang untuk debat.

Dengan suara serak tinggi, Yahya Waloni bertanya, “Kapan, kapan, kapan, kapan, kapan?!”

“Lampung,” jawab Pendeta Esra, seperti dikutip terkini.id pada Jumat, 9 April 2021.

“Tangga berapa, hah?!”

“Nanti diatur, yang penting Bapak setuju, tapi jangan pakai maki-maki,” ujar Pendeta Esra mengingatkan, tetapi Yahya terdengar mengelak dan justru melontarkan makian super kasar.

“Jadi, kalau ustad jengkel boleh maki cuk*mai? Jadi, kebiasaan ustaz itu maki-maki?”

“Tidak, hanya saya,” jawab Yahya Waloni tegas.

“Berarti Anda ustaz tidak beres ini. Jadi, Anda ini kayaknya dari pendeta sudah suka maki-maki sampai jadi ustaz kebawaan.”

Mendapat tudingan seperti itu, Yahya kemudian beralasan bahwasanya itu karena dia adalah orang Manado.

“Itu kebiasaan saya. Saya ini orang Manado. Semua orang punya kebiasaan.”

“Saya kasihan lihat Anda, ustaz mulutnya kotor sekali. Di Al-Qur’an mana ustaz diizinkan maki-maki begitu?”

“Gak ada. Kau yang dibikin bodoh sama Yusuf!”

Tak terima, Pendeta Esra pun membalas dengan nada jengkel, terdengar seperti naik pitam.

“Kamu yang bodoh! Sudah pengecut, bodoh, mulut kotor lagi!”

Yahya Waloni pun tertawa sebentar sebelum mengulangi perkataannya bahwa Pendeta Esra dan orang yang bernama Yusuf itu bodoh.

“Anda maki saya cuk*mai? Dasar ustaz mulut busuk!” pungkas Pendeta Esra emosi, dikutip terkini.id.

Sebagai informasi, dari percakapan tersebut, sepertinya Yahya Waloni tak tahu bahwasanya lawan bicaranya adalah Pendeta Esra.

Lalu dari sudut pandang netizen, meskipun banyak yang menghujat Yahya, tetapi ada segelintir yang membela dengan mengatakan bahwa kemungkinan percakapan telepon tersebut merupakan rekaman palsu.


Komentar