Skip to main content

BERITA TRENDING

Breaking News! Mantan Jubir COVID-19 Meninggal Dunia, Ini Sakit Yang Dialami Almarhum

Viral ! 22 propinsi siap deklarasi dukung Jarwo

Kabar terbaru terkait adanya wacana viral wacana duet Anies Baswedan dan Puan Maharani maju Pilpres 2024 mengundang spekulasi berbagai pihak. Bahkan, memantik anggapan sebagai manuver politik propaganda bernuansa menggembosi elektabilitas Ganjar Pranowo. Namun, Jarwo Center Indonesia menepis dengan keyakinan justru punya efek “moncer” semakin menguatkan empati publik terhadap Ganjar Pranowo.


“Faktanya, berbagai lembaga survei terus menempatkan Ganjar paling atas di antara figur-figur nasional lainnya. Termasuk, menggeser Prabowo yang hasil survei satu atau dua bulan lalu masih menempati posisi teratas,” ungkap Ketua Umum Jarwo Center-Indonesia, Budi Mulyawan, di Jakarta, Minggu (3/4/2022).

Dikabarkan bahwa semakin menguatnya empati publik, Budi Mulyawan menegaskan, terbukti dukungan masyarakat agar Ganjar Pranowo maju Capres 2024 terus berdatangan dari propinsi-propinsi seluruh Indonesia. Bahkan, dukungan dari 22 propinsi memastikan akan deklarasi secara serentak selama April hingga Mei 2024. Deklarasi berlangsung di setiap propinsi seperti deklarasi-sebelumnya di sejumlah propinsi.

“Deklarasi-deklarasi itu diinisiasi berbagai elemen masyarakat di masing-masing propinsi. Pasca deklarasi, semua siap bergerak menjadi relawan di Jarwo Center Indonesia untuk mengawal Ganjar Pranowo untuk sukses menggantikan posisi Presiden Jokowi di Pilpres 2024 nanti,” jelas Budi Mulyawan, yang juga Ketua Umum DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Ormas Nasionalis Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara).

Budi Mulyawan menjelaskan, deklarasi-deklarasi jaringan Jarwo Center mendukung Ganjar Capres 2024 terus bermunculan, sejak Jarwo Center seluruh Indonesia deklarasi di Bandung, pada Juli 2022. Bahkan, di Jawa Barat berlangsung dua deklarasi lagi, yaitu untuk wilayah Jabar bagian Timur di Kabupaten Majalengka. Selanjutnya, deklarasi di Bogor dilakukan komunitas difabel Indonesia.

“Jejaring Jarwo di Bali lebih dulu. Kemudian, disusul Banten dan elemen masyarakat Maluku di Jakarta,” jelas Budi Mulyawan, yang dikenal sebagai pelaku sejarah tragedi berdarah “Kudatuli”, pemberangusan Kantor DPP PDI-nya Megawati sebelum ganti nama PDI Perjuangan oleh rezim Orde Baru.

Selain deklarasi 22 propinsi, jejaring di Jarwo di Amerika Serikat dan Australia juga akan menyusul. “Masih ada enam elemen masyarakat lagi juga mengagendaan deklarasi selama Mei dan April nanti,” jelasnya. (duniaoberita/lensaIndonesia)