Skip to main content

BERITA TRENDING

Viral! Pendeta Gereja Toraja Buat Acara di Asrama Haji Makassar, Dipersoalkan?

Mengejutkan! Munarman Divonis 3 Tahun, Noel Minta Polisi Tangkap Semua Pejabat yang Sepanggung

Kabar mengejutkan terkait tanggapan terhadap  putusan tiga tahun penjara terhadap Munarman, Ketua Relawan Jokowi Mania  Immanuel Ebenezer alias Noel meminta aparat kepolisian juga menangkap yang lain.


Dikabarkan bahwa Noel meminta kepolisian menangkap semua orang yang ada di panggung acara 212, termasuk pejabat negara yang satu panggung dengan Munarman.

Hal ini setelah Munarman divonis bersalah karena menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Awalnya, Noel menyampaikan apresiasi terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang telah menunjukkan penegakan hukum.

Dikatakan Noel, saat sidang terungkap jaksa tidak terlalu kuat dalam mendakwa Munarman terlibat aktivitas terorisme. Apalagi, baik Jaksa maupun Munarman juga sama-sama mengajukan banding.

"Kita lihat saja proses hukumnya ke depan. Kita tetap harus mendukung proses penegakan hukum, tidak bisa tidak. Apapun nanti keputusannya, ya kita harus terima, gak bisa tidak," ujar Noel, Kamis (7/4).

BACA JUGA : Menteri Dilarang Bicara 3 Periode, Sosok Ini Justru Berikan Jawaban Tegas

Noel menyebut, Munarman awalnya sudah diframing sebagai teroris. Akan tetapi, tuntutan delapan tahun dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti.

Pendukung Jokowi itu mengatakan ada banyak kejanggalan dalam penegakan hukum terhadap Munarman. Sebab, pada akhirnya Munarman harus terjerat hukum hanya karena tidak melaporkan aktivitas terorisme.

Atas dasar itu, Noel meminta aparat segera menangkap semua pejabat yang hadir di acara 212. Saat itu, dalam acara 212 seluruh pejabat mulai presiden dan para pejabatnya hadir.

"Ditangkapi aja itu banyak, termasuk saya. Orang yang tahu Munarman teroris, siapa yang terlibat dalam kejadian 212 di mana presiden dan pejabat negara satu panggung dengan Munarman dan Habib Rizieq, ditangkapi orang-orang itu, berapa banyak pejabat negara. Saat itu ada Pak Tito Kapolri," pungkas Noel dikutip dari RMOL.id. (duniaoberita/Radartegal)