Skip to main content

BERITA TRENDING

Sebelum Meninggal Dunia, Alm Buya Syafii Maarif Berikan Pesan untuk Jenderal Andika

Prabowo Disebut Tolak Anies Baswedan

Kabar mengejutkan terkait Anies Baswedan yang saat ini duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta kabarnya sempat ditentang oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Dikabarkan bahwa fakta mencengangkan tersebut diungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Jadi sosok yang ikut terjun ke 'medan perang', Sandiaga Uno membocorkan krisis yang terjadi di detik-detik akhir pendaftaran cagub dan cawagub.

Ternyata orang pertama yang ditunjuk Prabowo untuk menjadi calon gubernur Jakarta adalah Sandiaga Uno.

Namun keinginan Prabowo harus goyah lantaran Demokrat mengirim Agus Harimurti Yudhoyono sebagai kandidat kuatnya.

"Semua perhatian terpusat pada AHY, bagaimana saya bisa menciptakan satu strategi tandingan," ujar Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga Uno, strategi lawan saat itu sukses mengagetkan pihaknya.

"Akhirnya mendapatkan tiga calon, itu belum ada di skenario saya, konstelasi berubah total," tuturnya.

Alhasil Sandiaga Uno pun memutar otak untuk menghadirkan rival yang seimbang, dan jawabannya jatuh kepada Anies Baswedan.

"Itu murni keputusan saya (menggandeng Anies) walaupun diperkenalkannya melalui tokoh-tokoh bangsa ini," katanya.

Perjalanan tak semulus yang dibayangkan, Prabowo sendiri digadang-gadang belum memberi persetujuannya meski waktu pendaftaran kurang dari 24 jam lagi.

Bahkan dua jam sebelum KPU menutup bursa Pilgub, Prabowo dilaporkan belum setuju Anies Baswedan menjadi calon gubernur.

"Tapi saat-saat terakhir waktu itu Pak Prabowo mengatakan tidak setuju, karena dia maunya saya menjadi calon Gubernur," ujar dia.

Dengan susah payah, Sandiaga Uno mencoba meyakinkan Gerindra serta PKS.

Beruntung, politisi Fadli Zon muncul sebagai penengah, dia menjadi konektor dari tiga pihak yaitu Gerindra, PKS, dan para calon.

Akhirnya Prabowo pun mengamini rencana tersebut hingga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melaju sebagai Cagub dan Cawagub DKI Jakarta.

"Akhirnya itulah kita bisa mengolah dua jam sebelum kita berangkat ke KPU untuk mendaftar akhirnya tercapai kesepakatan untuk tandatangan," tutur Sandiaga Uno.( Pikiran rakyat)