Skip to main content

Trending Topic

Semakin Jelas, MK Kukuhkan Wewenang Polisi Periksa Identitas

Dihadang Ratusan massa, Penyidik Polda Jatim Gagal Serahkan Hal Ini Ke Tersangka Pencabulan Terhadap Santriwati

Kabar terbaru datang dari penyidik Polda Jawa Timur gagal menyerahkan surat panggilan kepada MSAT (40), tersangka pencabulan terhadap santriwati karena dihadang ratusan massa saat memasuki Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Kamis (13/1/2021).

Dikabarkan bahwa massa yang menemui penyidik didepan gerbang utama pondok langsung menolak kedatangan beberapa penyidik, dan menyatakan bahwa MSAT tidak berada ditempat dan tidak berkenan menerima tamu.

“Saya sebagai komandan keamanan di sini tidak mengijinkan masuk, dan atas dasar apa. Mohon ijin (maksud kedatangan),” ungkap Teddy selaku Komandan Keamanan HAS Shiddiqiyyah.

Mendapat hadangan tersebut, penyidik Polda Jatim pun menyatakan bahwa pihaknya akan mengirim surat panggilan kepada MSAT, tersangka pencabulan terhadap santriwati yang mana proses hukumnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejati (P21).

“Begini Bapak bapak, kami tidak akan masuk, kami tidak akan mengganggu ketentraman bapak bapak. Kami dari Polda Jatim, mendapat perintah untuk mengirim surat panggilan kepada Mas Bechi kalau ada, tapi kalau beliaunya tidak ada ya tidak apa apa,” ucap penyidik yang menggunakan baju bermotif kotak kotak itu.

Sementara Suwani selaku koordinator kemanan Ponpes Shiddiqiyyah menyatakan bahwa pihaknya tidak berkenan menerima tamu yang akan masuk ke dalam lingkungan pesantren. “Begini, kami selaku keamanan, tidak menerima,” ucapnya.

Karena mendapat penghadangan itu dan tidak mendapat izin dari kemanan Ponpes Shiddiqiyyah, penyidik Polda Jatim menyampaikan yang akan mengirim surat Panggilan kepada MSAT gagal dan langsung meninggalkan lokasi.

“Tidak apa-apa Pak, saya tidak akan masuk dan mengganggu ketentraman bapak bapak semua, sekali lagi terima kasih,” timpal penyidik tersebut meninggalkan lokasi setelah bersalaman dengan pihak keamanan dalam.

Dalam beberapa waktu sebelumnya, Pihak pengurus Siddiqiyyah memberikan himbauan kepada santrinya untuk melakukan piket (penjagaan) dilingkungan Ponpes, guna mengantisipasi terjadinya penjemputan terhadap MSAT.

Pengamanan lebih diperketat pada Selasa (10/01/2022) dimana santri yang berada di luar kota diminta untuk merapatkan barisan melakukan penjagaan dan perlawanan, bahwa saat ini Ponpes Siddiqiyyah sedang mengalami rekayasa kasus kriminalisasi pesantren. (Source : Lensaindonesia)


Comments

  1. Kalo ulama berbuat kriminal terus dibilang krimonalisasi ulama. Apa maksudnya ulama itu bebas melakukan kriminal

    ReplyDelete

Post a Comment

Berilah komentar yang mendukung dan santun