Skip to main content

Trending Topic

Brigjen Junior Tumilaar Tuding Jenderal Ini Jadi Pengkhianat Bangsa

Tegas! Jenderal Andika ‘Tampar’ Anggota TNI yang Terlibat Bentrok dengan Polisi

Kabar terbaru datang dari  Jenderal Andika Perkasa dengan tegas mengatakan bahwa bentrok antara TNI dengan Polisi di sejumlah daerah tak bisa selesai begitu saja.

Dikabarkan bahwa hal ini tentu mengingatkan masyarakat tentang kasus bentrok yang belakangan ini kerap terjadi di antara keduanya.

“Kita harus proses hukum, dan kita juga sudah sepakat kok, saya dengan Kapolri sudah, dan Kapolda dengan Pangdam juga sudah memproses hukum,” ujar Jenderal Andika dalam keterangannya kepada wartawan di Ambon, Kamis 9 Desember 2021.

Jenderal Andika meyakinkan bahwa berdamai bukan berarti untuk menghindari proses hukum.

“Sehingga tidak ada lagi yang kemudian hanya begitu-begitu saja, damai segala macam, damai mungkin dalam rangka menghindari proses hukum, (tetap) proses hukum,” tegasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu juga menyebut, bahwa proses hukum terkait bentrokan dengan oknum polisi di daerah lain juga telah diproses.

“Sampai dengan yang terakhir di Kalimantan Tengah (kasus polwan dan oknum TNI) itu sudah, sekarang proses sedang berlangsung,” ucap Jenderal Andika.

“Kemudian termasuk (oknum TNI dengan Polantas) yang di Ambon sini pun proses hukum,” sambungnya.

Lebih lanjut, Jenderal Andika denga tegas mengingatkan kepada para jajarannya untuk tidak terlibat bentrok kembali dengan polisi.

“Nggak boleh (TNI bentrok dengan Polri), karena apa, 2 institusi ini adalah institusi yang memang tugasnya adalah untuk penegakan hukum walaupun berbeda, tetapi juga kita adalah 2 institusi yang memiliki kewenangan menggunakan senjata,” kata Jenderal Andika dengan lantang.

Menurutnya, Aparat TNI dan Polri merupakan institusi yang sama-sama memiliki kewenangan memegang senjata, sehingga harus lebih bijak dalam menyelesaikan permasalahan.

“Semua aparat kita mulai dari paling bawah sampai paling atas itu punya pertimbangan matang dalam menggunakan kekerasan, nggak boleh asal-asalan, apalagi konteksnya konteks pribadi, emosi, nggak boleh,” pungkasnya.


Comments