Skip to main content

Trending Topic

Brigjen Junior Tumilaar Tuding Jenderal Ini Jadi Pengkhianat Bangsa

Tak Terima Baliho Puan Maharani Mejeng di Depan Rumahnya, Sosok Ini Lakukan hal Mengejutkan

Kabar terbaru terkait beredar sebuah curhatan seorang wanita di lereng Gunung Semeru yang tak terima di depan rumahnya dipasang baliho Puan Maharani mematik sorotan publik.

Dikabarkan bahwa melalui akun twitter @urgirlboy, wanita ini mengaku merasa terganggu dengan adanya baliho Puan Maharani yang mejeng di depan rumahnya tersebut.

Terlebih orang yang memasang baliho Puan Maharani itu tidak memiliki adab. Pasalnya, menurut wanita ini tidak ada satu pun orang yang izin terlebih dahulu padanya sebelum memasang bahilo tersebut.

"Ini di depan rumah aku, baliho di paku ke pohon nangka tanpa seizin orang rumah. MERUSAK POHON!! selain itu juga MENGGANGGU PANDANGAN!! kalau aku mau keluar ke jalan raya," ujar wanita tersebut.

Sebelumnya, akhir-akhir ini media sosial tengah dihebohkan dengan kemunculan baliho Puan Maharani yang terpampang di lokasi yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dalam bahilo yang banyak beredar di media sosial itu nampak foto Puan Maharani dengan latar belakang para korban Gunung Semeru mengenakan baju berwarna putih dan berkerudung merah.

Selain itu, dalam baliho berukuran cukup besar tersebut terdapat tulisan dengan narasi: "Tangismu, Tangisku Ceriamu, Ceriaku Saatnya Bangkit Menatap Masa Depan,".

Sontak saja curhatan wanita itu pun langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang menyarankan agar Baliho Puan Maharani itu segera dicopot.

"Cabut aja. Gpp itu di cabut kalo tanpa izin. Dpn rumah ku juga sering kek gitu kalo pas pemilu," ucap akun @yogi_afri**.

"Bongkar aja mba, kl sy udh tk bongkar kl memang pohonnya berdiri di tanah kepemilikan saya," imbuh akun @hansnu**.

"Copot aja mbak, kalo perlu bakar sekalian," tambah akun @hsnl**.

"Bongkar aja orang udh menyalahi aturan kok," sahut akun @FeryEfendi**.

"Udah copot aja... Gk usah takut...," timpal akun @Desra (sumber : suara)


Comments