Langsung ke konten utama

Trending Topic

Anggota Polsek ke Anggota Polres: “Kamu Sudah Sering Saya Ingatkan”, Setelah Itu Dor…

Polisi Disudutkan Tangkap Ulama, Ini Reaksi Keras Ali Imron

Kabar mengejutkan datang dari mantan teroris yang juga sekaligus mantan pelaku Bom Bali I Ali Imron yang mengungkapkan bahwa aparat kepolisian tidak akan pernah mengusik para ustadz, dai, dan ulama jika mereka memang tidak melakukan tindak pidana.

"Kita sebagai ustaz tidak pernah diusik polisi, bahkan ketika kami membantu jihad di Ambon dan Poso," kata Ali Imron dikutip dari laman detik.com, Minggu (11/4/2021).

Sebagaimana dikutip dari jabarnews yang menyatakan bahwa  Ali mengungka jika polisi memenjarakan dirinya karena profesinya sebagai ustaz dan pernah berjihad di Ambon, Poso, bahkan sebelumnya ke Afghanistan. Karena itu, kemudian muncul aksi-aksi teror dengan sasaran polisi dan kantor polisi sebagai tindak balasan.

"Itu ngawur. Ngapain polisi kita jadikan sasaran. Kalau ndak mau ditangkap, ya ndak usah neko-neko," ucapnya. 

"Saya merasa bersalah setiap kejadian bom di Indonesia. Karena saya salah satu yang mengobarkan semangat melakukan aksi jihad yang kami niatkan pada waktu itu," ujarnya.

Ali Imron juga mengakui pernah melakukan pemboman di gereja-gereja. Tapi bom yang dirakit sengaja berkekuatan kecil dan diletakkan di ruang kosong, sebab peledakan bom lebih dimaksudkan sebagai peringatan terhadap kaum non muslim terkait konflik Ambon dan Poso.

"Jadi, ketika saya lihat jamaahnya ternyata banyak perempuan dan anak-anak, ya bom diletakkan di ruangan kosong biar nggak banyak korban," ungkapnya.

"Kalau dalam jihad yang benar, justeru perempuan, anak-anak, dan orang tua dan lemah itu ada tempat pelindungan sendiri. Jadi mereka itu pakai adab atau fiqih jihad apa?," tutupnya.

Hasil Tangkapan Layar


Komentar