Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Tentara Mabuk Tembak Mati Kolonel, 15 Tewas

Kabar mengejutkan datang dari dua tentara Kongo yang mabuk menembak mati total 15 orang dalam serangan terpisah di timur Republik Demokratik (DR) Kongo yang bergejolak, kata pihak berwenang Senin, 18/04.

Dikabarkan bahwa seorang tentara "mabuk" menewaskan delapan penumpang dan melukai tujuh pada Senin di atas kapal di Danau Tanganyika, kata administrator wilayah Fizi provinsi Kivu Selatan Aime Kawaya Mutipula kepada AFP.

 “Di antara para korban, semuanya warga sipil, laki-laki, perempuan dan anak-anak,” katanya.

Juru bicara militer setempat Marc Elongo mengatakan tentara itu, Lukusa Kabamba, kemudian "digantung" oleh warga yang ngamuk. Dia ditangkap dan tewas karena luka-lukanya.

Koordinator kelompok masyarakat sipil lokal Andre Byadunia sebelumnya mengatakan tentara itu telah "dikurung" dan mendesak "pihak berwenang untuk mengadilinya dan menghukumnya".

Pada Minggu, tentara lain menembak mati seorang kolonel. Sebelum membunuh kolonel dia menembak mati lima warga sipil di Bambu, di wilayah Djugu. Pemerintah setempat mengumumkan di provinsi Ituri.

Desa itu "bangun pada Minggu pagi dengan rentetan tembakan dan mengira itu adalah serangan", kata pejabat setempat Claude Mateso.

Dia menjelaskan, itu adalah seorang prajurit yang dilucuti rekan-rekannya pada malam sebelumnya karena mabuk. Pembunuh yang telah mengambil kembali senjatanya menebar maut. Dia akhirnya ditembak mati tentara lain yang mengejar.

"Ini kasus yang terisolasi dan kami sangat mengutuknya," kata Letnan Jules Ngongo, juru bicara militer untuk Ituri.

"Kami sedang menunggu untuk mengetahui alasan sebenarnya di balik tindakan yang tidak bertanggung jawab dan kriminal ini," tambahnya.

Sementara itu di Kivu Utara yang berdekatan, enam orang terluka oleh granat yang dilemparkan ke kerumunan tentara yang mencoba menangkap seorang pemuda di desa Kisovu, di wilayah Masi, kata sekretaris administrasi lokal Ngendahimana Eugene Gishoma.

Ketiga provinsi di timur Republik Demokratik Kongo (DRC) telah dilanda kekerasan yang terkait dengan berbagai kelompok bersenjata selama 25 tahun terakhir.

Pemerintah telah menempatkan Ituri dan Kivu Utara di bawah "keadaan pengepungan" sejak Mei lalu, tetapi pasukan keamanan gagal memulihkan perdamaian. (duniaoberita/Gatra)

Foto : Ilustrasi