Skip to main content

BERITA TRENDING

Heboh! Digugat Cerai Nathalie Holscher, Sule Berikan Jawaban Begini

Dikepung 200 Ribu Tentara

Dikepung lebih dari dua ratus ribu pasukan tempur Rusia yang saat ini bersiaga penuh di sejumlah titik strategis perbatasan, Ukraina meluncurkan serangkaian latihan bagi warga sipil untuk mempersiapkan kemungkinan invasi.

Anak-anak sekolah hingga bocah empat tahun dikumpulkan di kamp pelatihan militer dekat Kyiv mulai akhir pekan ini sebagai langkah defensif yang mengintensifkan upaya persiapan rencana invasi Rusia.

Kamp pelatihan sukarelawan perang bagi pasukan sipil ini berada di wilayah hutan yang tertutup salju di luar ibu kota.

Di sini sejumlah alumnus perang memperkenalkan dasar-dasar keterampilan militer pada warga sipil dari berbagai kalangan dan usia.

Termasuk di antaranya balita kembar berusia empat tahun Taras dan Bohdan.

Dikutip Galamedia dari DailyMail, Senin 7 Februari 2022, mereka bermain dengan senapan serbu kayu di tengah pelatihan yang dijalani sang ibu dan keluarganya untuk bertempur di perang yang sesungguhnya.

Ibu keduanya, Iryna (35) berasal dari keluarga petempur. Pamannya yang berperang bersama Angkatan Darat Ukraina tewas dalam pertempuran di Debaltseve, Donbas, daerah yang kini dikuasai pasukan separatis Rusia.

“Kami hanya menerima serpihan tubuhnya untuk dimakamkan," ujarnya. Meski anak-anaknya belum mengerti perang, Iryna mengaku akan sangat bangga jika si kembar bergabung dengan militer kelak.

“Jika mereka ingin menjadi tentara saat dewasa nanti dan berjuang untuk mempertahankan tanah air mereka, aku tidak akan menahannya,” katanya dengan senyuman.

Hal senada diungkapkan Tetiana, janda perang yang juga ibu dari Yaroslav Pikaliyk (10).

“Aku akan sangat bangga memiliki putra yang tak ragu berperang demi Ukraina,” ujarnya.

Yaroslav sendiri mengaku senang diizinkan berlatih bersama orang-orang dewasa yang akan direkrut untuk Pasukan Pertahanan Teritorial Kyiv.

Warga yang memenuhi syarat usia minimum 18 tahun berharap dapat bergabung dengan Batalyon 127 Angkatan Pertahanan Teritorial Kyiv.

Lebih jauh Tetiana mengatakan setelah kematian suaminya yang tewas dalam perjuangan memerangi separatisme, dirinya ingin sang buah hati berada di lingkungan yang penuh semangat juang.

"Anakku putra seorang pria yang memberikan hidupnya untuk Ukraina dan ini yang terbaik baginya, berada di kamp militer demi negara.”

Dikepung lebih dari dua ratus ribu pasukan tempur Rusia yang saat ini bersiaga penuh di sejumlah titik strategis perbatasan, Ukraina meluncurkan serangkaian latihan bagi warga sipil untuk mempersiapkan kemungkinan invasi.

Anak-anak sekolah hingga bocah empat tahun dikumpulkan di kamp pelatihan militer dekat Kyiv mulai akhir pekan ini sebagai langkah defensif yang mengintensifkan upaya persiapan rencana invasi Rusia.

Kamp pelatihan sukarelawan perang bagi pasukan sipil ini berada di wilayah hutan yang tertutup salju di luar ibu kota.

Di sini sejumlah alumnus perang memperkenalkan dasar-dasar keterampilan militer pada warga sipil dari berbagai kalangan dan usia.

Termasuk di antaranya balita kembar berusia empat tahun Taras dan Bohdan.

Dikutip Galamedia dari DailyMail, Senin 7 Februari 2022, mereka bermain dengan senapan serbu kayu di tengah pelatihan yang dijalani sang ibu dan keluarganya untuk bertempur di perang yang sesungguhnya.

Ibu keduanya, Iryna (35) berasal dari keluarga petempur. Pamannya yang berperang bersama Angkatan Darat Ukraina tewas dalam pertempuran di Debaltseve, Donbas, daerah yang kini dikuasai pasukan separatis Rusia.

“Kami hanya menerima serpihan tubuhnya untuk dimakamkan," ujarnya. Meski anak-anaknya belum mengerti perang, Iryna mengaku akan sangat bangga jika si kembar bergabung dengan militer kelak.

“Jika mereka ingin menjadi tentara saat dewasa nanti dan berjuang untuk mempertahankan tanah air mereka, aku tidak akan menahannya,” katanya dengan senyuman.

Hal senada diungkapkan Tetiana, janda perang yang juga ibu dari Yaroslav Pikaliyk (10).

“Aku akan sangat bangga memiliki putra yang tak ragu berperang demi Ukraina,” ujarnya.

Yaroslav sendiri mengaku senang diizinkan berlatih bersama orang-orang dewasa yang akan direkrut untuk Pasukan Pertahanan Teritorial Kyiv.

Warga yang memenuhi syarat usia minimum 18 tahun berharap dapat bergabung dengan Batalyon 127 Angkatan Pertahanan Teritorial Kyiv.

Lebih jauh Tetiana mengatakan setelah kematian suaminya yang tewas dalam perjuangan memerangi separatisme, dirinya ingin sang buah hati berada di lingkungan yang penuh semangat juang.

"Anakku putra seorang pria yang memberikan hidupnya untuk Ukraina dan ini yang terbaik baginya, berada di kamp militer demi negara.” (Galamedianews)

Foto : Hanya Ilustrasi