Skip to main content

BERITA TRENDING

Akhirnya Terungkap Sosok Yang Ambil CCTV Rumah Sambo

Sindiran Telak untuk KASAD Jenderal Dudung, Sindiran Apa?

Kabar terbaru berkaitan dengan adanya  sindiran telak untuk KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. Isinya sangat pedas. KASAD mending jangan baca.

Dikabarkan bahwa Jenderal Dudung Abdurachman memang kembali menjadi sorotan publik.

Itu dipicu video clip lagu Ngopi yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat Dudung menggunakan jaket bomber dan berjoget bersama anggota TNI yang lain di sebuah lapangan besar.

Lirik lagu tersebut menceritakan kegemaran minum kopi dari masyarakat biasa hingga pejabat negara seperti presiden.

Sekilas, memang tidak ada masalah dan persoalan serius dari viralnya video tersebut.

Namun, jabatan Dudung Abdurachman yang menjabat KASAD menjadi persoalan bagi beberapa pihak.

Jabatan itu dianggap tak main-main. Itu adalah pucuk tertinggi di TNI Angkatan Darat.

Bagi sebagian kalangan, masih ada hal yang lebih urgen yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara ketimbang harus merilis video tersebut.

Soal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, ikut angkat bicara.

Jenderal Dudung disebut bisa lebih bijak melakukan sesuatu yang mengaktualisasikan pribadinya.

"Secara personal sah saja mengaktualisasikan diri seperti apapun. Tetapi sebagai individu yang melekat jabatan militer, video tersebut menjadi tidak relevan dan mengesankan dibuat untuk memupuk popularitas sipil," kata Dedi, Sabtu (8/1).

Aktivitas hiburan yang disuguhkan Jenderal Dudung semacam itu dinilai akan merendahkan reputasi militer yang notabene adalah sebagai pilar pertahanan bangsa dari gangguan kedaulatan NKRI.

"Itu dapat menurunkan reputasi militer yang berwibawa serta elegan di tengah masyarakat yang mulai ragu dengan kapasitas beliau sebagai pimpinan angkatan darat," tambahnya.

Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi, juga seirama. Melalui cuitan di akun Twitter-nya @Nicho_Silalahi memberikan sindiran menohok khususnya bagi pejabat negara.

"± 7 Tahun berkuasa dan hanya kegaduhan yang diproduksi, sialnya para pejabat sibuk buat konten tak bermutu," cuitnya, Minggu 9 Januari 2022. (GenPi)