Skip to main content

BERITA TRENDING

Akhirnya Terungkap Sosok Yang Ambil CCTV Rumah Sambo

Sopir Ambulans Pengangkut Jenazah Brigadir J Diperiksa

Kabar terbaru terkait sopir ambulans swasta, ASR (20) pengangkut jenazah Brigadir J dari rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo, diperiksa Polda Metro Jaya pada Rabu (21/7/2022). ASR diperiksa selama delapan jam dari pukul 16.00 hingga 00.00 WIB.

“Ditanya 22 pertanyaan, yang rincinya lebih ke kronologis dan posisi jenazah saat saya evakuasi,” kata ASR di Polda Metro Jaya kepadaIDN Times, Kamis (21/7/2022) dini hari.

Dikabarkan bahwa sebelumnya, ASR diminta seseorang untuk membantu evakuasi jenazah Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Perumahan Polri, Duren Tiga Utara 1, No.46, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Juli 2022 malam.

ASR bergegas meluncur ke rumah Irjen Ferdy Sambo seorang diri. Sesampainya di lokasi, ia melihat banyak polisi berjaga di rumah dua lantai itu.

“Saya langsung masuk, langsung saya disuruh bantu evakuasi, memang (jenazah Brigadir J) posisinya di depan tangga,” kata ASR kepada IDN Times, Jumat, 15 Juli 2022 malam.

Posisi saat itu, penyidik selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). ASR diminta mengevakuasi jenazah ke RS Polri. Tak banyak bertanya, dia langsung mengenakan sarung tangan latex dan hazmat.

Ia dibantu polisi mengangkat jenazah Brigadir J yang berkaus dan memakai celana jin dari lantai, dengan posisi jenazah telentang berlumuran darah.

ASR mengaku tak melihat detail jenazah, seperti luka, bekas peluru atau barang bukti. Seingatnya, tak ada pistol atau benda tajam di sekitar jenazah.

“Langsung masukin ke kantong jenazah, langsung ke mobil saya, dan langsung ke RS Polri,” ujar dia.

Selama perjalanan, ASR dikawal banyak polisi menggunakan mobil Provos. Sesampainya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, ia menurunkan jenazah Brigadir J dibantu petugas forensik.

Jenazah selesai dievakuasi, namun ASR tak diperbolehkan pulang. ASR mengaku diminta menunggu. Selama menunggu di depan ruang forensik, ia disuguhi rokok dan kopi hitam.

“Langsung saya diminta identitas, saya kasih, KTP, SIM dan ID card dan mobil saya dipoto depan dan samping. Mau subuh, saya baru boleh pulang,” kata dia.

Foto : Ilustrasi