Skip to main content

BERITA TRENDING

Buka Ruang Dialog, Surya Paloh: Mbak Mega Mau Komunikasi Tidak? Terungkap Alasannya

Mahasiswa Papua Demo di Jogja, Ada Apa?

duniaoberita- Kabar terbaru terkait sejumlah mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) menggelar aksi di depan kantor DPRD DIY pada Jumat (3/6).

Dikabarkan bahwa total lebih dari 60 massa aksi tersebut menuntut pencabutan otonomi khusus jilid 2 terkait pemekaran wilayah di tanah Papua yang disahkan dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021.

Humas Aliansi MahasiswaPapua Yance Yobe mengatakan keputusan tersebut dinilai sepihak dan akan menimbulkan perpecahan di masyarakat Papua.

"Kami melihat bahwa ini akan menjadi perpecahan bagi rakyat Papua. Maka dari itu kami menggelar aksi serentak di beberapa daerah menuntut pemerintah mencabut otonomi khusus dan berikan referendum bagi rakyat Papua," tegas Yance.

Keputusan pemekaran wilayah di Papua, menurutnya, hanya akan menguntungkan sejumlah pihak untuk mengeksploitasi sumber daya alam.

"Pemerintah memberikan ruang kepada negara-negara yang berkuasa seperti Amerika dan Cina untuk mengekspansi wilayah-wilayah menjadi akumulasi modal di tanah Papua," jelasnya.

Yance mengatakan dampak perpecahan di rakyat Papua telah terjadi setelah adanya otonomi khusus jilid 1 yang disahkan Megawati Soekarnoputri.

Kekhawatiran tersebut, lanjut Yobe, sebetulnya sudah terjadi di beberapa wilayah Papua.(duniaoberita/JPNN)

Foto : JPNN