Skip to main content

BERITA TRENDING

Dilaporkan oleh Deolipa Yumara, Ronny Talapessy: Bharada E Orang Kecil

Iqlima Kim ngaku ketakutan usai ribut dengan Hotman, Terungkap Penyebabnya

Kabar terbaru terkait sosok Iqlima yang merupakan mantan aspri  Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. 

Dikabarkan bahwa setelah mengikuti saran terbaik dari kuasa hukum baru yang telah ditunjuk dengan 2 jenis surat kuasa untuk selalu tenang dan mengikuti segala proses yang ada.

Meskipun kini Iqlima terlihat lebih baik dari beberapa bulan lalu, jauh di lubuk hati terdalam dihinggapi ketidakamanan yang berlebihan.

Dalam kanal YouTube Intens Investigasi, ibu satu anak menceritakan akibat ulahnya sering unggah yang diderita.

Serta menceritakan pengalaman yang pernah dilakukan Hotman Paris.Dirinya mulai banjir hujatan.

Namun, masalah unggahan sakitlah yang menjadi bulan-bulanan warganet.

Padahal sakit non medis yang dialaminya direkayasa, hingga Iqlima putuskan jalan ruqyah syariah.

"Kalau dibilang bagaimana itu tak masuk akal ya, karena sakitnya bukan sakit medis gitu, karena sudah dua kali juga ke rumah sakit nggak ada apa-apa," ucap Iqlima pada menit 1:46.

"Kan aku berobat tidak dengan satu orang ya, ada Ustaz, Ustazah juga. Karena ruqyah nya yang benar-benar syariah, disitu aku mulai bisa berpikir positif bahwa apa yang menimpaku itu murni karena penyakit ain gitu," ujarnya.

Jadi gara-gara hal tersebut Iqlima cenderung menarik diri, karena dia merasa dan berpikir tidak ada orang lain yang percaya dengan apa yang dialaminya.

Sikap Insecure Iqlima

Awal dirinya panen komentar negatif, rasa takut yang teramat sangat dialami Iqlima. Sampai mau makan di luar saja dia berpikir dua kali.

"Berat ya berat banget ya, kalau pergi ke suatu tempat itu jadi tidak aman, karena bagaimanapun juga ini berdampak baik bagi aku, gara2 apa yang kulakukan di depan publik dan medsos," tulisnya seperti dikutip Hops.ID di YouTube Intens Investigasi.

"Jadi kayak sembunyi-sembunyi, kalau makan di luar tengok kanan kiri dulu, kayak gak nyaman banget," tambahnya.

Harapan terbesar saat itu adalah orang lain yang bisa mengerti kalau dia tidak seperti yang mereka bayangkan.

"Pengennya tuh gue tuh paham kalau gue itu kayak yang diomongin dan nggak cocok," ujarnya.

"Pengen bilang nggak gitu kok, tapi nggak bisa."

"Tidak mungkin semua orang bisa menutup tangan dan matanya untuk tidak berkomentar negatif, jadi mental saya saat itu tidak cukup kuat begitu," tuturnya. (duniaoberita/HOPSID)