Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Saat Ditanya Untuk Pilpres 2024, Prabowo Subianto Berikan Respon Tegas

Kabar terbaru terkait adanya silaturahmi dengan Presiden Jokowi pada Lebaran 2022, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai sebagai cara menjaga unggah-ungguh tata krama politik.

(Prabowo Subianto/capture)

Dikabarkan bahwa hal ini disampaikan oleh Konsultan media dan politik, Hersubeno Arief dalam kanal YouTubenya, Rabu 4 Mei 2022.

"Demi menjaga unggah-ungguh tata krama politik, Prabowo harus terbang dari Jakarta ke Jogja, balik lagi ke jakarta, baru setelah itu dia terbang jauh ke Jawa Timur," ucap Konsultan media dan politik itu.

Lebih lanjut, ia juga membahas kembali pernyataan Politikus PDIP, Panda Nababan, terkait Prabowo Subianto.

"Kita jadi teringat ya bagaimana bocoran yang disampaikan oleh politisi PDIP Panda Nababan, dia menyatakan ada empat politisi yang ditanya Jokowi," tutur Hersubeno Arief.

"Yang pertama ke adalah Airlangga Hartarto, Erick thohir, sandiaga Uno, dan kemudian Prabowo Subianto. mereka ditanya 'Apakah akan maju pada pilpres pada tahun 2024'," sambungnya.

Lantas, ketiganya mengiyakan akan maju pada Pilpres 2024.

"Ketiga-tiganya, yakni Airlangga, Erick Thohir, sandiaga Uno secara terbuka mengaku pada Jokowi mereka akan maju pada pilpres 2024," lanjutnya.

Akan tetapi, jawaban Prabowo Subianto justru berbeda dengan ketiga politikus yang juga anak buah Jokowi tersebut.

"Nah yang menarik itu adalah jawaban Prabowo ketika ditanya oleh Jokowi, dia menyatakan dia akan maju bila atas seizin presiden, dalam hal ini maksudnya Jokowi," kata Hersubeno Arief.

"Ini Gaya Prabowo sangat njawani ya, tetap menyampaikan tujuannya dengan jelas tapi tidak secara terbuka. Pesannya sampai kepada Jokowi bahwa dia akan nyapres pada tahun 2024, tetapi Jokowi merasa tidak dilangkahi, merasa tetap dihormati," jelasnya.

Oleh karena itu, meski Jokowi membantah adanya pembicaraan politik saat silaturahmi dengan Prabowo Subianto, hal itu sulit dilepaskan.

"Walaupun Jokowi menjelaskan bahwa ketika bertemu ini mereka hanya bicara masalah-masalah ringan, tidak bicara ekonomi, tidak bicara politik, tapi sulit bagi kita melepaskan nuansa politik dalam pertemuan di gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta tersebut," ujarnya. (duniaoberita/harianhaluan)