Skip to main content

BERITA TRENDING

Sebelum Meninggal Dunia, Alm Buya Syafii Maarif Berikan Pesan untuk Jenderal Andika

Respon Tegas Ahok jika terpilih lagi jadi Gubernur DKI Jakarta

Kabar mengejutkan terkait adanya rumor Basukti Tjahaja Purnama alias Ahok yang ingin mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2024 mendatang memang sempat membuat heboh.


Tak sedikit pihak yang menentang dan menolak jika Ahok kembali maju untuk menjadi orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut. Dan salah satu yang menentang adalah aktivis Mujahid 212 Damai Hari Lubis.

Dikabarkan bahwa Ahok mempunyai catatan buruk saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Terjadi penggusuran dan pelanggaran HAM," katanya dikutip dari Suaranasional.com.

Bahkan Damai, Ahok juga diduga terlibat dalam korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan berbagai kasus lainnya.

Sementara itu, Ahok saat mendekam di dalam penjara dalam kasus penistaan agama pernah menuliskan surat untuk para pendukungnya. dalam surat itu ia bersyukur bahwa tak lagi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu.

Surat tersebut diunggah melalui akun Twitter @basuki_btp pada tahun 2019. Melalui surat itu ia menyampaikan pesan kepada para pendukungnya atau yang dikenal dengan Ahokers. Dalam surat itu dia bersyukur tidak terpilih lagi menjadi gubernur.

"Saya bersyukur diizinkan tidak terpilih di Pilkada DKI Jakarta 2017, jika saya terpilih lagi di pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai balai kota saja, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya," tulis Ahok dikutip Hops.ID Jumat 13 Mei 2022.

Ahok juga menyebut, jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia malah akan semakin arogan dan kasar. Sehingga akan semakin banyak menyakiti orang.

"Jika terpilih lagi (jadi gubernur), aku akan semakin arogran dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang," katanya.

Dalam surat itu juga, Ahok meminta maaf atas segala perkataannya, pembencinya dan seluruh PNS DKI Jakarta yang pernah dipimpinnya.

"Aku mohon maaf atas segala tutur kata, perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati saudara dan anggota keluarganya," katanya. (duniaoberita/HOPSID)