Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Sosok Ini Tetap Minta Jokowi Mundur dan Mengikuti Jejak Soeharto, Ada Apa?

Kabar mengejutkan datang dari seorang Ruslan Buton mantan TNI AD kembali mengemukakan pendapatnya di depan publik setelah kejadian tahun 2020 lalu yang membuat dia mendekam di penjara selama 7 bulan.

Dikabarkan bahwa berawal dari dia membuat surat terbuka untuk Jokowi pada 18 Mei 2020, dia menuliskan sebuah cuitan perasaannya sebagai salah satu anak bangsa yang peduli terhadap kondisi negara ini.

Menurut Ruslan Buton cara satu-satunya menyelamatkan bangsa ini hanya dengan Jokowi mundur dari jabatanya sebagai presiden.

Inti dari surat terbuka itu adalah : 

 “bahwa sebaiknya Jokowi mundur saja, karena kita melihat kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa, ya, mungkin beliau total dalam membangun bangsa, tetapi waktu itu saya menyatakan bahwa beliau belum punya kemampuan dan untuk menghindari pertumpahan darah sesama anak bangsa, sebagai contohlah seperti Soeharto, beliau dengan legowo mengatakan mundur,” terangnya.

Setelah sepuluh hari mengirimkan surat terbuka untuk Jokowi, pada 28 Mei 2020 Ruslan Buton di jemput beberapa aparat kepolisian yang hampir memenuhi sudut kampung dan kebetulan dia berada di kediaman orang tuanya di Jalan Poros, Pasar Wajo Wsuba Dusun Lacupea Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

“Kondisi bangsa ini memang sangat kacau dan sulit untuk tertolong, jadi sebagai anak bangsa yang mencintai bangsa sendiri patut terpanggil untuk menyuarakan pendapat, karena ini adalah kebebasan berpendapat yang dilindungi Undang Undang,” katanya.

Menurutnya alasan dikirimkan surat terbuka tersebut adalah ingin menyuarakan pendapat sebagai warga, dan menginginkan Indonesia kembali pada dasar yang sebenarnya.

Tidak punya maksud dan tujuan yang jahat, yang dia inginkan hanya masyarakat kembali tersenyum dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun.

“Hilangkan pikiran kotor, mencari panggung, itu terserah ! silahkan, itu masing-masing punya hak, tetapi kalau orang yang melihat menggunakan mata batin bahwa apa yang disuarakan, apa yang diperjuangkan murni kecintaan saya terhadap bangsa dan negara, tidak ada kepentingan lain, tidak ada kepentingan lain. Saya hanya ingin kebahagiaan saya kebanggan saya melihat bangsa ini normal, masyarakat tersenyum rakyatnya tersenyum, kembali ke dasar sebenarnya, itu buat saya adalah sebuah kebanggan,” jelasnya. 

Oleh : Red duniaoberita

Sumber : Kabarbesuki