Skip to main content

BERITA TRENDING

Sebelum Meninggal Dunia, Alm Buya Syafii Maarif Berikan Pesan untuk Jenderal Andika

Pria Ini Ancam Patahkan Leher Bobby Nasution, Ada Apa?

Kabar mengejutkan terkait sebuah video yang menunjukkan seorang pria menolak membayar parkir elektronik atau E-Parking viral di media sosial.

(foto : capture/detik)

Dikabarkan bahwa dlihat SuaraSumut.id, Minggu (23/4/2022) malam, tampak pria berambut gondrong berada di dalam mobil. Terdengar pria itu sedang berdebat dengan seseorang saat diminta E-Parking. Pria itu bahkan meminta seseorang yang diduga petugas parkir memanggil bosnya.

"Kau panggil bos kau kemari," kata pria itu.

"Ini yang nyuruh Pak Bobby," kata petugas parkir.

Mendengar nama Bobby, pria itu malah semakin marah menjadi-jadi dan mengancam akan mematahkan leher Bobby.

"Ya kau panggil Pak Bobby itu kemari, biar kupatahkan batang leher Pak Bobby itu sekalian," katanya.

"Mau kau? Atau kau aja kupatahkan batang leher kau itu mau," sambungnya.

Mendengar ancaman itu, petugas parkir dengan pun bertanya kenapa hanya karena pembayaran parkir, sampai melakukan pengancaman.

"Masak abang mau matahkan batang leher kita bang," kata petugas parkir.

Pria yang masih duduk di dalam mobil mengaku tidak mau membayar dengan e-parking.

"Aku kan bilang kukasih cash sama kau kan. Aku gak mau pakai e-tol ngapain kau maksa. Yang ngajari kau kerja kayak gini siapa ha?," katanya.

Petugas parkir kembali menjelaskan jika E-parking ini merupakan program dari Wali Kota Medan Bobby Nasution.

"Aku gak mau tahu siapa itu Pak Bobby, gak peduli aku siapa Pak Bobby," kata bang Jago.

"E-tolnya bang?," ujar petugas parkir.

"Kau kupatahkan batang leher kau, kuambil balok dulu," ancam pria tersebut.

Belum diketahui kapan video itu diambil dan di mana lokasinya. Namun demikian, video tersebut sontak mendapat beragam komentar dari warganet.

"Model kayak gini keras-keras di tempat aja, udah kena angkat kayak kucing kena siram air," kata warganet.

"Dia tolol apa cemana? mungkin dia gak tau nama Wali Kota Medan itu Pak Bobby, pikirnya cuma bos dia," tukasnya. (duniaoberita/suara)