Skip to main content

BERITA TRENDING

Viral! Pendeta Gereja Toraja Buat Acara di Asrama Haji Makassar, Dipersoalkan?

Pendeta Saifuddin Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan

Kabar terbaru terkait Pendeta Saifuddin Ibrahim mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan setelah videonya yang meminta pemerintah menghapus 300 ayat Al-Qur’an viral.

Dikabarkan bahwa dia bahkan meminta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk menangkap pengancamnya itu.

“Sekarang saya diancam oleh Julius yang mualaf itu,” kata Siafuddin dalam video yang diunggah di YouTube-nya, Kamis (17/3).

“Untung saya viralnya setelah di Amerika,” kata dia.

Saifuddin mengatakan orang yang disebutnya Julius itu mengancam akan mengirimkan pembunuh bayaran untuk menghabisinya. Dia tak menjelaskan lebih jauh identitas Julius tersebut.

Sebelumnya Saifuddin mengunggah video permintaan agar pemerintah menghapus 300 ayat dalam Al-Qur’an. Dia menyatakan bahwa 300 ayat tersebut memicu sikap radikal hingga membenci orang lain yang berbeda agama.

Dia juga meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatur kembali kurikulum di pondok pesantren (ponpes). Dia menilai kurikulum di pondok pesantren juga menjadi sumber sikap radikal dan intoleransi di Indonesia.

Video tersebut mendapatkan tanggapan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD. Dia meminta polisi menyelidiki video itu karena ucapan Saifuddin dinilai sebagai bentuk penistaan agama. Menurut Mahfud, Saifuddin bisa diancam penjara hingga lebih dari lima tahun.

“Itu bikin gaduh dan bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu, dan kalau bisa segera ditutup akunnya karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang,” kata Mahfud.

Menanggapi pernyataan Mahfud, Saifuddin menyatakan tak berniat menghina agama lain. Dia menyatakan permintaannya itu hanya sekedar pembelaan terhadap kaum minoritas. Menurut dia, selama ini, kaum minoritas telah banyak dihina dan dilecehkan.

Dia juga menantang Mahfud MD untuk menangkap orang yang mengancam akan membunuhnya itu. Dia mengatakan Mahfud lebih pantas menangkap Julius ketimbang menangkapnya karena dianggap membuat gaduh.

“Coba Pak Mahfud tangkap dia, kalau memang Bapak itu Menkopolhukam,” kata dia. (Realitarakyat/duniaoberita.com)