Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Semprot Wapres RI Ke-12, Habib Ini Ungkap Hal Mengejutkan

Kabar terbaru terkait Habib Kribo alias Zen Assegaf langsung menyerang Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

Dikabarkan bahwa hal itu terkait peryataan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) soal radikalisme di masjid.

Hal itu terkait pemberitaan berjudul, "Polri Berencana Memetakan Masjid Demi Cegah Radikalisme, JK: Tak Ada yang Penah Mengacau Negara Lewat Masjid!.

"Ini Bapak seperti orang baru lahir Bapak. Dimana-mana, pergerakan agama itu, mengatasnamakan agama itu radikalisme itu dibangun dari masjid-masjid," ujar Habib Kribo melalui tayangan video pada kanal Habib Kribo dikutip, Jumat, 4 Februari 2022.

Iapun mengungkapkan alasan pernyataannya itu. "Karena apa, masjid itu sentral tempat berkumpulnya muslim," ujar dia.

Menurutnya, perang suriah bermula dari masjid. "ISIS begerak dari masjid-masjid, Al-Baghdadi itu," katanya lagi.

Hal seperti itu, lanjut dia, pernah terjadi di Indonesia. "Di sini pernah terjadi Bachtiar Nasir," tegasnya.

Kemudian ia pun menampilkan tayangan video Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) tengah bersorak mengajak jemaahnya untuk melakukan revolusi.

"Ayo, ayo Ayo Revolusi ... Ayo Revolusi sekarang juga ...," ucap UBN dalam potongan video tersebut, yang diakhiri dengan takbir sebanyak tiga kali.

Menurutnya, langkah UBN tersebut hendak menggulingkan pemerintah.

"Ini radikal. Radikal itu lahirnya dari mana, ya dari masjid. Enggak mungkin dari diskotik," kata Habib Kribo.

Sehubungan hal itu, Kribo pun menyatakan dukungannya terhadap Polri untuk melakukan pemetaan radikalisme di masjid.

Menurutnya masjid perlu dikontrol.

Ia pun menyinggung soal penelusuran BNPT 198 terpapar radikalis. Menurutnya, hal itu wajar dari puluhan ribu masjid taklim, itu wajar.

"Kalau pesantrennya terafiliasi teroris, ya masjidnya ada dong," katanya.

Ia menyatakan, hal itu sengaja dilakukan untuk memecah belah bangsa.

"Pak JK, ada sutradara, ada yang order. Dari perpecahan itu ada yang mau ngambil manfaat kekuasaan," katanya lagi.

"Karena negeri ini mayoritas Islam, ya jadi tempat sarananya ya masjid dan pesantren untuk diciptakan radikalisme dan bukan hal yang aneh masjid ini jadi tempat sarang penyamun, tempat sarang teroris," paparnya.

Ia pun berkisah hal serupa pun pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW.

"Di zaman Nabi saja sudah pernah terjadi kok. Itu yang dibilang Nabi masjid Dhiror. Masjid munafik, masjid tempat persaingan,masjid tempat untuk menciptkan permusuhan dihancurkan oleh Nabi," katanya.

"Sampai Nabi mengharamkan bersembahyang di masjid tersebut," tandasnya. (Galamedianews)