Skip to main content

BERITA TRENDING

Ganjar Pranowo Buka Suara Usai Ada Isu Gantikan Tjahjo Kumolo Jadi Menteri

Pijatan Ustadz Kepada Muridnya Bikin Dia Birahi

Kabar terbaru terkait kasus pencabulan terhadap seorang penjaran kembali terjadi di pondok pesantren.

Dikabarkan bahwa kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, melalui Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP I Putu Asti Hermawan Santosa membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, WA rudapaksa santriwati di ponpes yang ia pimpin. Aksi bejat WA itu dilakukan terhadap santriwati yang masih di bawah umur.

"Kejadian tersebut terjadi di asrama putri sebuah pesantren pada tahun 2019 sampai September 2020," kata AKP I Putu Hermawan dalam keterangan yang diterima Tribunjabar.id, Sabtu (12/2/2022).

Kejadian ini, dialami oleh santriwati di Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Provinis Jawa Barat.

Ia dipaksa berhubungan badan oleh okunm ustadz tersebut.

Peristiwa itu bermula di asrama santriwati ketika korban mengeluh sakit di bagian kakinya pada 2019 lalu.

Mendengar keluhan santriwati, oknum ustaz yang berinisial WA (37) itu pun bergegas datang ke asrama santriwati.

Ia menawarkan untuk meredakan sakit santriwatinya dengan cara memijat.

Lama kelamaan, nafsu WA pun muncul ketika ia memijat betis santriwatinya itu.

WA pun merayu santriwatinya untuk berhubungan badan.

Meski menolak, namun santriwati itu sungkan untuk melawan.

Hubungan badan layaknya suami istri pun terjadi antara guru dan murid.

Berhasil sekali membuat WA ketagihan, ia pun kerap mengajak santriwati itu untuk berhubungan badan di setiap ada kesempatan.

Perbuatan dosa itu berrlangsung hingga September 2020.

"Santri mengeluh sakit, pelaku mencoba mengibati, pada saat pengobatan terhadap korban itulah pelaku tergoda untuk dan bernafsu untuk menodai korban," ujar AKP I Putu Hermawan.

Saat ini WA sudah diamankan dan masih dalam proses pemberkasan untuk diajukan ke Kejaksaan.

"Kami sudah menahan pelaku dan sekarang dalam proses pemberkasan untuk diajukan ke kejaksaan," pungkasnya.

Pencabulan terhadap santriwati mulai marak terjadi di Indonesia.

Perilaku tak bermoral yang dilakukan oleh oknum ustaz tersebut mencoreng nama Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama.

Bak hilang satu tumbuh seribu, kasus pencabulan terhadap santriwati oleh oknum ustaz terus bermunculan.

Seolah seperti wabah, perilaku oknum ustaz cabul tersebut dengan cepat menular dari pesantren yang satu ke pesantren yang lain.

Seakan-akan, kasus oknum ustaz cabul yang telah ditangkap karena memaksa santriwati berhubungan badan menjadi tantangan tersendiri bagi oknum-oknum ustaz cabul lainnya.

Baru-baru ini, Polres Labuhanbatu menangkap seorang guru yang mencabuli santri di Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kamis (10/2/2022).

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki mengatakan AAD (53) menggauli santriwatinya di kebun sawit yang tak jauh dari pesantren.

"Benar, kamis malam ada mengamankan pelaku pencabulan terhadap santri tempat pelaku mengajar dan pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus ini," ujarnya kepada tribun-medan.com, Sabtu (12/2/2022).

Menurut kasat, kejadian tersebut sudah berlangsung dua bulan, namun laporan diterima polisi pada bulan Januari 2022 lalu.

Hingga kini masih tiga korban yang melapor telah menjadi korban pencabulan dari AAD.

Terungkapnya kasus pencabulan tersebut dari satu korban berinisial BPH (14).

Foto : Hanya Ilustrasi

Ia mengadukan perbuatan pelaku kepada abang korban.

Abang korban langsung membuat laporan ke Polres Labuhanbatu pada Januari 2022.

"Saat ini masih tiga orang korbannya kemungkinan akan bertambah makanya kita akan terus mendalami kasus ini," katanya. 

Sumber : TribunPekanBaru