Skip to main content

BERITA TRENDING

Heboh! Digugat Cerai Nathalie Holscher, Sule Berikan Jawaban Begini

Larang Perempuan Muslim Pakai Jilbab

Kabar mengejutkan terkaiit konflik terkait hak beragama semakin meningkat di India, usai sebuah kampus negeri, melarang sekelompok mahasiswi muslim berjilbab masuk kelas.

Dikabarkan bahwa larangan ini terjadi usai kebijakan baru yang menimbulkan pertikaian hukum bersamaan dengan hari jilbab sedunia, pada 1 Januari 2022 mahasiswi muslim India serentak lakukan protes.

Pihak kampus University College di Udupi, India mengatakan bahwa memakai jilbab suatu bentuk tindakan melanggar aturan, terkait larangan memakai simbol-simbol agama.

Sayangnya kebijakan ini memicu warga muslim lokal dan tokoh Internasional menjadi murka, tak terkecuali pejabat dari Amerika dan seorang pemain bola profesional Manchester United Paul Pogba.

Seorang Duta besar Amerika untuk Kebebasan Beragama Internasional telah menyuarakan keprihatinan tentang larangan kontroversial jilbab di sekolah dan perguruan tinggi di negara bagian Karnataka, India selatan.

Rashad Hussain mengungkapkan tanggapannya tentang kasus ini dalam sebuah tweet pada 11 Februari 2022 bahwa larangan jilbab akan menstigmatisasi dan meminggirkan perempuan dan anak perempuan.

“Kebebasan beragama termasuk kemampuan untuk memilih pakaian keagamaan seseorang,” tweet Hussain.

“Negara bagian Karnataka di India seharusnya tidak menentukan kebolehan pakaian keagamaan," imbuhnya.

"Larangan hijab di sekolah melanggar kebebasan beragama dan menstigmatisasi serta meminggirkan perempuan dan anak perempuan,” jelasnya.

Dilansir dari Aljazeera, Pemain Manchester United dan Timnas Prancis Paul Pogba juga ikut menyatakan keprihatinannya terhadap wanita Muslim di Karnataka India.

Ia berbagi video di Instagram dengan judul "Masa Hindu terus melecehkan gadis-gadis Muslim yang mengenakan jilbab di perguruan tinggi di India".

Bahkan berita itu mendorong pemenang Hadiah Nobel Malala Yousafzai untuk mendesak para pemimpin India untuk menghentikan marginalisasi perempuan Muslim.

“Perguruan tinggi memaksa kita untuk memilih antara studi dan hijab,” cuitnya di Twitter, Selasa.

Pada tanggal 5 Februari, pemerintah negara bagian selatan yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi melarang pakaian yang “mengganggu kesetaraan, integritas, dan ketertiban umum”.

Pengadilan tinggi Karnataka pada hari Kamis menangguhkan keputusannya sebagai tanggapan atas petisi yang diajukan oleh sekelompok wanita Muslim terhadap larangan hijab.

Tiga hakim akan mengadili kasus itu lagi pada hari Senin untuk memutuskan apakah sekolah dan perguruan tinggi dapat memerintahkan siswa untuk tidak mengenakan jilbab di ruang kelas.

Sementara itu Pengadilan telah meminta siswa untuk tidak mengenakan jilbab di perguruan tinggi.

Kebijakan larangan hijab adalah bagian dari agenda anti-Muslim BJP dan bertentangan dengan konstitusi India, yang menjamin hak beragama bagi setiap warga negara. (Source : zonabanten)