Skip to main content

BERITA TRENDING

Terbaru ! Jenazah Sri Mulyani Sudah Tiba di Rumah Duka Pagi Ini di Tangerang

Sosok Ini Usul Anies Baswedan yang Jadi Kepala Otorita IKN, Alasannya Keras dan Tegas

Kabar mengejutkan terkaiit nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang-gadang menjadi salah satu calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara yang baru.

Ahok menjadi salah satu calon yang ditunjuk PDIP untuk menjadi 'Gubernur' Ibu Kota Negara yang akan dipindahkan ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tak hanya diusung oleh PDIP, nama Ahok juga telah disebut oleh Presiden Jokowi sebagai satu dari empat nama yang dipilih untuk menjadi calon Kepala Otorita IKN baru.

Kabar tentang Ahok yang digadang-gadang akan menjadi Gubernur IKN baru ini turut ditanggapi oleh pengamat politik, Rocky Gerung.

Akan tetapi Menurut Rocky Gerung, munculnya nama Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon yang akan memimpin Ibu Kota Negara baru ini nantinya akan membuat publik bertanya-tanya.

"Di belakang itu orang ingat lagi kenapa mesti Ahok yang ditaruh di situ, walaupun saya nggak anggap bahwa nggak penting banget. Karena saya menolak (pemindahan IKN), mau otoritas siapa kek, wong saya nggak suka pemindahan kok," ujarnya, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Sementara itu, ia menuturkan bahwa nantinya akan muncul asumsi bahwa dipilihnya Ahok adalah bentuk dendam kepada Anies Baswedan.

Ia menuturkan, jika memang ingin memindahkan IKN, maka untuk pemimpinnya bisa langsung memindahkan Anies saja ke Ibu Kota baru tersebut.

Menurut Rocky Gerung, Anies Baswedan lebih mengerti dan memang ada dalam proses pembicaraan awal pemindahan IKN tersebut.

"Waktu nama Ahok dimunculkan, orang ingat lagi 'wah ini cuma karena dendam supaya mau meledek Anies'. Kan kalau mau masuk akal, Anies aja dipindahin ke situ, kan lebih masuk akal, Anies lebih ngerti dan Anies ada dalam proses pembicaraan awal ini," terangnya.

"Tapi begitu nama Ahok muncul, lalu antropologi yang lama itu keluar lagi 'oh ini sebetulnya dendam lama, karena itu mau dipulihkan'. Ya semacam ada keangkuhan sebetulnya 'kita dulu kalah, sekarang kita jadiin lagi Ahok'," tutur Rocky.

Dalam hal ini, pria yang juga seorang filsuf itu menilai Jokowi tidak paham akan adanya soal-soal sentimen di masa lalu yang akan kembali menyeruak jika nama Basuki Tjahaja Purnama dimunculkan.

"Pak Jokowi nggak paham sih, kalau Pak Jokowi paham apa yang disebut citizenship dia mengerti bahwa nanti kalau ini (Ahok) dimajukan, dendam lama itu muncul, jadi jangan," kata Rocky Gerung. (Source : Pikiranrakyat-depok)