Skip to main content

Trending Topic

Semakin Jelas, MK Kukuhkan Wewenang Polisi Periksa Identitas

Habib Bahar Langsung Ditahan? Terungkap Jawabannya

Kabar terbaru berkaitan dengan Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebencian, Senin (3/1).

Dikabarkan bahwa Habib Bahar tiba di Markas Polda Jabar di Bandung didampingi kuasa hukumnya.

Sebelum diperiksa, Habib Bahar menjalani tes antigen di Kantor Pelayanan Khusus Perempuan dan Anak Polda Jabar.

Selanjutnya masuk ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum sekitar pukul 12.30 WIB.

Pemilik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Bogor itu menegaskan kehadirannya memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar merupakan sikap kooperatif yang selalu ditunjukkan olehnya sebagai warga negara yang baik.

"Saya datang atas panggilan pihak Polda Jabar, maka saya datang kemari," kata Habib Bahar dilansir jabar.jpnn.com.

Dia tidak menepis kemungkinan setelah diperiksa penyidik Polda Jabar dirinya langsung ditahan.

Namun, jika itu benar terjadi, pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu menilai keadilan telah mati.

"Jikalau saya nanti tidak keluar dari ruangan atau saya dipenjara, maka sedikit saya sampaikan bahwasanya ini adalah bentuk keadilan dan demokrasi sudah mati," tegasnya.

Meski demikian, Habib Bahar mengaku tidak gentar jika hari ini dia langsung ditahan di Polda Jabar.

"Bagi saya, demi Islam, demi bangsa, demi rakyat, demi Indonesia, demi agama, demi aqidah, jangankan dipenjara, nyawa jiwa saya murah harganya. NKRI harga mati, Indonesia merdeka," tegas penceramah kelahiran Manado, 23 Juli 1985 itu.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menyampaikan Habib Bahar datang sesuai surat pemanggilan dan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang disampaikan pekan lalu.

Kombes menyebutkan di dalam surat tersebut Habib Bahar seharus memenuhi panggilan penyidik pada hari ini, Senin (3/1) pukul 09.00 WIB.

"Namun tadi BS hadirnya pada jam 12 siang," kata Kombes Ibrahim. (Source : JPNN)


Comments