Skip to main content

Trending Topic

Brigjen Junior Tumilaar Tuding Jenderal Ini Jadi Pengkhianat Bangsa

Waduh Ternyata Bukan Prabowo, Ini Dua Sosok Presiden 2024

Kabar terbaru datang dari Ramalan Jayabaya yang dibuat semasa Kerajaan Kediri di bawah Prabu Jayabaya kerap jadi "rujukan" mereka yang meyakininya.

Dikabarkan bahwa meski begitu, tak sedikit yang meragukan ramalan yang termaktub dalam Kitab Musarar itu.

Soal kebenaran ramalan Jayabaya, beberapa fakta dikasikan bukti oleh yang mempercayainya.

Di antaranya hancurnya Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Nusantara. Lalu penjajahan oleh Belanda dan Jepang.

Dan yang tak kalah menarik, ramalan soal sosok pemimpin yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Dalam ramalan Jayabaya ini, disinggung tentang noto negoro. Noto artinya menata dan negoro berarti negara. Jadi, pemimpin Indonesia adalah orang yang akan menata atau mengatur negara.

Tapi ada juga yang mengaitkan konsonan noto negoro itu sebagai petunjuk nama-nama pemimpin Indonesia.

Misalnya No untuk proklamator bangsa Soekarno, To untuk Soeharto, No berikutnya diartikan Susilo Bambang Yudhoyono serta Joko Widodo yang semasa kecil bernama Mulyono.

Pemimpin lainnya seperti BJ Habibie, Gus Dur, serta Megawati tak termasuk karena tidak memimpin dalam satu periode periode, melainkan di masa transisi saja.

Jika mengurut pada noto nogoto maka setelah Jokowi, pemimpin berikutnya memiliki "unsur" ga atau go.

Hal ini dihubungkan dengan dua nama yang diisukan bakal maju dalam Pilpres 2024. Sejauh ini ada Gatot Nurmantyo dan Ganjar Pranowo.

Dalam aksara Jawa, kedua nama tersebut memiliki unsir ga atau go. Selain itu, Ganjar dan Gatot memiliki sederet prestasi saat memimpin daerah dan pasukannya.

Tapi tentu saja itu hanya ramalan. Benar atau tidak hanya waktu yang akan menjawabnya. (Source : Galamedianews)


Comments