Skip to main content

BERITA TRENDING

Soal Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Ungkap Hal Ini

Munarman Menangis dan Mengucapkan Terima kasih

Kabar terbaru berkaitan dengan mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman sempat menahan tangis saat memulai pembacaan eksepsi terkait kasus dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (15/12).

Dikabarkan bahwa Munarman sempat terdiam selama satu menit sebelum mengucapkan terima kasih dan rasa syukur lantaran proses hukum terhadap dirinya telah memasuki tahap persidangan.

"Alhamdulillah, proses persidangan telah terlaksana setelah delapan bulan dari penangkapan sewenang-wenang terhadap saya," kata Munarman dengan menahan airmata, Rabu (15/12).

Tak hanya itu, Munarman menyatakan dirinya telah difitnah dengan perkara yang direkayasa.

"Semoga semua yang telah memfitnah saya melalui rekayasa yang sistematis tersebut mendapat azab dari Allah," ujar Munarman.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu juga mengucapkan terima kasih kepada jaksa penuntut umum (JPU) dan majelis hakim, yang telah melaksanakan persidangan tersebut dalam waktu yang cepat.

"Terima kasih juga telah mengabulkan permohonan saya dan kuasa hukum untuk mendapatkan hak-hak saya sebagai terdakwa," lanjutnya.

Munarman menyakini jika menggunakan ilmu hukum dan logika berfikir yang sehat, persidangan yang menurut dia telah menghabiskan sumber daya negara tersebut tidak ada.

"Penyalahgunaan sumber daya negara hanya untuk kepentingan segelintir orang yang berupaya menutupi kejahatan pembunuhan berencana dengan mengatasnamakan negara," ujarnya.

Dia juga meyakini kasus yang didakwakan terhadap dirinya berkaitan dengan peristiwa unlawful killing terhadap enam laskar FPI.

"Ketakutan bahwa plot pembunuhan atau lebih tepat pembantaian itu terbongkar adalah penyebab utama persidangan ini," pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Umum FPI Munarman untuk pertama kalinya dihadirkan dalam persidangan secara lansung di PN Jakarta Timur, Rabu (15/12)

Munarman yang dikawal polisi bersenjata laras panjang memasuki kawasan pengadilan sekitar pukul 09.10 WIB. (JPNN)