Skip to main content

BERITA TRENDING

Soal Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Ungkap Hal Ini

Dikecam Dunia! Untuk Satu Malam dengan Kim Kardashian, Pangeran Arab Saudi Menawarkan 139 Miliar

Kabar terbaru berkaitan dengan putra pewaris tahta raja Arab Saudi, baru-baru ini menghebohkan jagat raya.

Dikabarkan bahwa pasalnya pewaris muda Raja Saudi Salman, Pangeran Mohammed itu, menawarkan $10 juta atau setara dengan 139.720 milyar rupiah, untuk mengukur satu malam bersama bintang televisi realitas, Kim Kardashian.

Tentu saja bukan satu-satunya kebetulan, hal ini dipicu oleh Kenye West yang membuat semua dunia melalui akun Twitternya. Rapper Kenye West adalah suami dari Kim Kardashian.

Kenye West, berkoar-koar di nuliskan diakun Twitter pribadinya bahwa ia memiliki hutang pribadi sebesar $53 juta.

Kemiskinan, katanya, adalah hasil dari mengejar mimpinya di industri fashion.

Pertahanan Saudi, Pangeran Mohamad Bin Salman, membuat tawaran kontroversial kemarin, selama konferensi pers, yang bisa menyelesaikan masalah uang Kanye West,

Pangeran yang berkuasa, yang diperkirakan memiliki kekayaan lebih dari satu miliar dolar, menawarkan untuk membayar rapper tersebut $10 juta untuk menghabiskan satu malam bersama istrinya.

"Saya tidak tertarik sama sekali pada musik atau pakaiannya," kata Pangeran Mohamad kepada wartawan.

"tetapi istrinya, dia adalah harta yang tak ternilai harganya. Saya dengan senang hati akan membayar $10 juta atau bahkan lebih untuk menghabiskan satu malam bersamanya.”

Baik Kanye West maupun Kim Kardashian, belum bereaksi terhadap tawaran itu, tetapi telah memicu reaksi kekerasan dari berbagai organisasi feminis.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, juru bicara Jaringan Aksi Pembebasan Perempuan, Jane Austin, menyebut tawaran itu sebagai "penghinaan terhadap perempuan di seluruh dunia", mengatakan bahwa itu menunjukkan bagaimana perempuan masih diperlakukan sebagai objek di beberapa bagian dunia.

Organisasi Nasional untuk Perempuan bahkan menilai protes, yang akan berlangsung di depan balai Saudi di Washington. (Mediapakuan)