Skip to main content

BERITA TRENDING

Soal Penolakan Israel di Piala Dunia U-20, PDIP Ungkap Hal Ini

AKHIRNYA! Terungkap Fakta Baru Terkait Tagar Boikot JNE

Kabar terbaru datang dari perusahaan pengiriman JNE sempat jadi perbincangan usai tagar BoikotJNE jadi topik utama Twitter. 

Dikabarkan bahwa hal ini disebabkan sebaran lowongan pekerjaan yang diumumkan oleh CV Bangun Banua Lestari selaku mitra JNE. Dalam loker tersebut, salah satunya mewajibkan pelamar beragama Islam.

Belakangan, sosok bernama Alifia Shafira R yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menegaskan, hal ini tidak berkaitan dengan JNE.

“Sehubungan dengan tindak kesalahan yang saya lakukan atas pemberitahuan lowongan kerja, yakni menyatakan unsur agama pada kriteria karyawan yang kami perlukan. Bersama ini saya sampaikan bahwa CV Bangun Banua Lestari menjalin kerja sama [mitra] JNE. Rekrutmen karyawan sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab kami dan tidak ada sangkut paut dengan JNE,” tulis dia, dikutip via Solopos.com --jaringan Suara.com.

Masih merujuk dari surat yang sama, Alfia juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Barito Timur, Kalimantan Tengah karena loker itu diperuntukkan di wilayah Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang saya lakukan khususnya kepada warga Barito Timur,” sambung dia.

Meski sudah menyampaikan permintaan maaf, tagar #BoikotJNE masih menjadi trending Twitter hingga Selasa (7/12/2021) sekira pukul 18.00 WIB.

Ia sendiri menjelaskan, tudingan diskriminatif dari warganet terkait lowongan kerja itu disebabkan adanya miskomunikasi dan tidak adanya koordinasi dengan tim terkait maupun tim JNE pusat.

“Tindakan salah yang terjadi di luar kesadaran saya tidak ada unsur diskriminatif. Sehubungan dengan itu maka saya sangat mengharapkan semoga saudara berkenan untuk memaafkan saya. Atas perhatian dan kelapangannya saya sampaikan terima kasih,” tutup surat itu. (Source : Suara)