Skip to main content

Trending Topic

Heboh! JK Bicara Terkait Anies Baswedan Maju Pilpres 2024: Nanti..........

Sopir Vanessa Angel Diduga Mengalami Highway Hypnosis, Maksudnya Apa?

Kabar terbaru datang dari seorang pakar keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menduga insiden kecelakaan selebritas Vanessa Angel kemungkinan besar disebabkan sindrom Highway Hypnosis.

Dikabarkan bahwa Highway Hypnosis merupakan kondisi pengemudi mengalami trance atau pikiran kosong saat sedang mengemudikan mobil di jalan bebas hambatan. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka bisa membuat pengemudi mengalami microsleep atau tertidur dalam durasi waktu singkat.

"Berkendara di jalan tol itu menyebabkan kebosanan, apalagi dalam situasi ini, mobil akan berjalan secara stagnan, sehingga tidak ada stimulus yang menggerakan otak. Dalam kondisi ini, pengemudi akan melamun dan bisa tertidur sesaat," kata Jusri saat dihubungi Tempo hari ini, Jumat, 5 November 2021.

Sindrom Highway Hypnosis ini bisa juga terjadi akibat kelelahan atau dikenal dengan nama Auto Behaviour Syndrome (ABS). Jusri mengimbau para pengendara untuk tidak mengendarai kendaraan dalam kondisi lelah atau mengantuk.

"Microsleep itu memang terajadi sebentar, 1 hingga 3 detik, namun dalam kecepatan tinggi, waktu tersebut sangat berpengaruh dalam laju kendaraan. Misalnya tertidur selama 1 detik, dalam kecepatan 80 km/jam, mobil sudah melaju sejauh 22 meter. Jarak segitu mobil bisa saja keluar jalur atau menabrak pembatas jalan," jelasnya.

Selain masalah sindrom Highway Hypnosis, Jusri juga menyebutkan kecelakaan yang melibatkan Vanessa Angel ini bisa disebabkan faktor distraksi. Menurut Jusri, kelalaian dalam berkendara bisa terjadi dari kesalahan pengemudi yang terdistraksi berbagai hal seperti menggunakan ponsel saat berkendara, berbicara dengan penumpang, hingga melakukan aktifitas lain.

"Badan keselamatan berkendara Amerika Serikat (NHTSA) mennyebutkan 96 persen kecelakaan lalu lintas itu melibatkan kontribusi distraksi. Itu sepertinya sudah menjadi kebiasaan masyarakat, namun nyatanya hal tersebut saat berbahaya," ujar Jusri.

Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut, Jusri mengatakan para pengemudi untuk menyiapkan rencana sebelum melakukan perjalanan. Rencana ini dimulai dari menentukan waktu tempuh perjalanan, pemilihan rute, hingga menentukan titik istirahat.

"Banyak yang bilang kecelakaan ini akibat kondisi jalanan yang buruk, padahal kondisi jalan itu bukan menjadi faktor utama. Pengemudi perlu melakukan tahapan kehati-hatian sebelum melakukan perjalanan, serta mengingatkan keselamatan berkendara bagi penumpang. Intinya harus punya kesadaran berkendara," tuturnya.  (Source: Tempo)


Comments