Skip to main content

Trending Topic

Terbaru! Gunung Semeru Erupsi, Warga Panik

Facebook Ganti Nama Jadi Meta, Ternyata Artinya Mengejutkan

Kabar terbaru terkait facebook secara resmi mengubah nama menjadi Meta beberapa waktu lalu.

Dikabarkan bahwa  perubahan nama Facebook menjadi Meta lantas mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak.

Dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari The Guardian, pihak Facebook yang mengubah nama menjadi Meta memiliki arti 'mati' dalam bahasa Ibrani.

Hal itu diungkapkan sejumlah pihak melalui unggahan di Twitter, merespons pengubahan nama Facebook menjadi Meta tersebut.

Ini bukan kasus pertama dari merek yang disebut-sebut 'tersesat' dalam terjemahan. Ketika KFC tiba di Cina pada 1980-an dengan slogannya “finger lickin' good”, mereka tidak disambut dengan antusias oleh penduduk setempat. Sebab, dalam terjemahan bahasa Mandarin 'finger lickin' good' memiliki"makan jari Anda".

Akan tetapi, tidak ada kerugian nyata yang dilakukan, mengingat KFC adalah salah satu rantai makanan cepat saji terbesar di negara ini.

Sebelumnya, Facebook mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta telah memicu kekecewaan dan kebingungan.

Adapun pengubahan nama Facebook menjadi Meta lantaran perusahaan menghadapi serangkaian krisis hubungan masyarakat.

Menurut Mark Zuckerberg, Meta akan mencakup Facebook serta aplikasi seperti Instagram, WhatsApp, dan merek realitas virtual Oculus.

Sebelum itu, dikabarkan bahwa sejumlah dokumen bocor dan terungkap cara kerja internal perusahaan Facebook.

Sejumlah pihak lalu menuding Facebook telah mengutamakan keuntungan daripada membersihkan platform dari ujaran kebencian dan informasi yang salah.

Sementara itu, sejumlah ahli turut mempertanyakan keterlibatan berat Zuckerberg dalam peluncuran Meta.

“Keterlibatan berlebihan dari Mark memang diharapkan, tetapi justru berbahaya. Ini adalah gerakan merek, dengan peluang untuk menciptakan asosiasi baru. Mark memiliki merek pribadi yang sangat kuat tetapi berpotensi negatif,” ujar Felipe Thomaz, seorang profesor pemasaran di Oxford's Saïd Business School.

“Secerdas dan cakapnya dia, dan sebanyak dia adalah tokoh utama dan pendiri, dia mungkin akan lebih sukses jauh dari lensa publik/media selama restrukturisasi merek ini,” ujarnya menambahkan. (Source : Pikiran Rakyat-Depok)


Comments