Skip to main content

Trending Topic

Terbaru! Gunung Semeru Erupsi, Warga Panik

Bongkar Perubahan Sikap Anies ke FPI dan 212, Guntur Romli Ungkap Hal Yang Mengejutkan

Kabar terbaru datang dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli membongkar perubahan sikap Anies Baswedan kepada FPI (Front Pembela Islam) dan juga kelompok 212.

Dikabarkan bahwa Guntur Romli menilai bahwa perubahan sikap-sikap Anies Baswedan selama ini menunjukkan kelicikan Gubernur DKI tersebut.

Ia menilai bahwa hubungan Anies Baswedan dengan gerombolan 212 adalah suatu hal yang tak terbantahkan.

“Tapi, ketika FPI sdah dibubarkan dan Rizieq masuk penjara, dia mau bikin citra baru, Wagub diminta urus 212, dia melipir2 ke NU, ini cara licik Anies,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 12 November 2021.

Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan berita soal Anies Baswedan yang mengunjungi Ketua PWNU Jatim.

Ia juga membagikan berita soal Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yang meminta PA 212 untuk menundah reuni 212 yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember mendatang.

Selain itu, Guntur Romli juga menyinggung sikap Anies Baswedan terkait FPI ketika menjadi Juru Bicara Kampanye Joko Widodo atau Jokowi pada tahun 2014.

Menurutnya, Anies Baswedan ketika itu menyebut organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu sebagai kelompok ekstrimis.

“Tapi, saat Pilkada DKI dia kolaborasi dengan FPI, Anies pun sebut FPI ‘perekat persatuan umat’. Ini liciknya Anies,” kata Guntur Romli.

Ditelusuri Terkini.id, Anies Baswedan memang pernah menyebut FPI sebagai kelompok ekstremis pada tahun 2014 lalu.

Dilansir dari Kompas, ketika itu, Anies menyinggung soal janji Prabowo Subianto yang seakan berpihak kepada heterogenitas dan pluralisme yang ada di Indonesia.

“Tapi, dia (Prabowo) justru mengakomodasi dan merangkul kelompok ekstremis seperti FPI,” kata Anies.

Lalu, pada Milad FPI yang ke-20 pada tahun 2018, Anies pernah memuji organisasi masyarakat ini sebagai perekat persatuan umat.

“FPI bisa menjadi penopang dan persatuan itu tidak hadir di dalam ketimpangan. Persatuan itu hadir dalam keadilan, sulit menghadirkan rasa persatuan dalam ketimpangan,” katanya pada Minggu, 18 Agustus 2021, dilansir dari Detik News.

“Karena itu, kita di Jakarta bekerja keras untuk menghadirkan keadilan. Karena kita ingin hadirnya keadilan nanti membuat rakyat merasakan ada rasa keseteraan,” tambahnya. (Source : Makkasar Terkini)


Comments